• DOMPET KEMANUSIAAN LOMBOK : Tanggal 19 SEP 2018 terkumpul RP 19.955.605.901

Rupiah Diprediksi Masih Terus Anjlok

Dian Ihsan Siregar - 13 Maret 2018 18:52 wib
Illustrasi. Antara/Puspa Perwitasari.
Illustrasi. Antara/Puspa Perwitasari.

Jakarta: Mata uang rupiah diprediksi bakal ‎terus tertekan terhadap dolar AS (USD) dari posisi perdagangan di hari ini sebesar Rp13.752 per USD (Bloomberg). Sebagaimana diketahui, rupiah telah sempat mencapai Rp13.800 per USD. Artinya, posisi rupiah saat ini telah melebihi dari target Rp13.400 per USD di Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN‎) 2018.

Analis Forex Time Lukman Otunuga menjelaskan pelemahan rupiah karena bank sentral AS (The Fed) masih akan kembali mengerek tingkat suku bunganya.

"Pelemahan terhadap rupiah akan meningkat ada ekspektasi (The Fed) naik. Entah meeting nanti mengalami naik atau turun," kata Lukman, saat berbincang santai dengan media di Hotel Indonesia Kempinski, Jakarta Pusat, Selasa, 13 Maret 2018.

Selain itu, kebijakan Presiden AS Donald Trump mengenai kenaikan tarif impor aluminium dan baja juga mempengaruhi pergerakan rupiah.‎ Sebab, hal tersebut memicu gejolak perdagangan dengan Eropa dan Tiongkok. Pada akhirnya, memberikan dampak negatif ke mata uang di negara berkembang, termasuk rupiah.

"Setelah meeting ada perkembangan lainnya seperti The Fed masih bilang perlu stimulasi masih perlu ada kenaikan suku bunga atau faktor lainnya potensial perang dagang," jelas Lukman.

Meski demikian, rupiah terbawa angin segar pada saat data ekonomi AS yang tidak sesuai, seperti pertumbuhan gaji yang jauh dari ‎ekspektasi pasar. ‎Pasalnya, pada saat itu, nilai mata uang negeri Paman Sam sempat keok.

"Itu membuat rupiah terbantu, gaji tidak sekencang yang diperkirakan dan tekanan kenaikan suku bunga turun membuat USD melemah," terang Lukman.

Maka dapat disimpulkan, Lukman mengaku, koreksi rupiah yang sangat tajam selama ini, banyak dikarenakan datang dari eksternal, sedangkan dari dalam negeri tidak memberikan dampak yang banyak.

"‎Tekanan rupiah karena dari faktor eksternal. Bukan pada internal Indonesia.‎ Data di Indonesia masih bagus untuk rupiah," pungkas Lukman.



(SAW)


BACA JUGA
BERITA LAINNYA

Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.