Acting in Concert Diduga Jadi Penyebab Perubahan Pengendali KIJA

    Husen Miftahudin - 17 Juli 2019 10:23 WIB
    <i>Acting in Concert</i> Diduga Jadi Penyebab Perubahan Pengendali KIJA
    Ilustrasi. (FOTO: dok MI)
    Jakarta: PT Kawasan Industri Jababeka Tbk (KIJA) berpotensi mengalami gagal bayar notes senilai USD300 juta. Karena terjadi perubahan pengendali sebagaimana dimaksud dalam perjanjian terkait dengan notes yang diterbitkannya.

    Salah satu pemegang sahamnya, PT Imakotama Investido (Imakotama) dengan porsi 6,387 persen saham disebut bertindak secara bersama-sama dengan beberapa pemegang saham lainnya (acting in concert) memiliki suara melebihi suara yang dimiliki oleh pemegang saham yang ditentukan dalam perjanjian terkait notes tersebut.

    Berdasarkan keterbukaan informasi oleh manajemen KIJA pada 16 Juli 2019, disebutkan pada saat pemunggutan suara dalam RUPST KIJA pada 26 Juni 2019, usul Imakotama dan afiliasinya melebihi suara yang dimiliki oleh pemegang saham (Permitted Holders) yang ditentukan dalam syarat dan kondisi dari notes.

    "Kejadian ini dapat dilihat sebagai telah terjadi acting in concert yang berpotensi mengakibatkan adanya perubahan pengendalian berdasarkan syarat dan kondisi notes," tulis keterbukaan KIJA, Selasa, 16 Juli 2019.

    Lebih jauh, terjadinya perubahan pengendalian dalam KIJA sebagaimana dimaksud dalam syarat dan kondisi dari notes yang diterbitkan oleh anak perusahaan KIJA, Jababeka International B.V. (JIBV), maka KIJA/JIBV dalam jangka waktu 30 hari sejak terjadinya perubahan pengendalian berkewajiban untuk memberikan penawaran pembelian kepada para pemegang notes dengan harga pembelian sebesar 101 persen dari nilai pokok notes sebesar USD300 juta ditambah kewajiban bunga.

    Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) pada 26 Juni 2019 yang mengangkat Sugiharto selaku Direktur Utama dan Aries Liman selaku Komisaris melalui voting 52,11 persen suara pemegang saham. Suara tersebut melebihi suara yang dimiliki oleh Permitted Holders berdasarkan syarat dan kondisi dari Notes.

    Sekretaris Perusahaan KIJA, Budianto Liman menyampaikan pengangkatan itu diusulkan oleh Imakotama sebagai pemegang 6,387 persen saham KIJA dan Islamic Development Bank (IDB) selaku pemegang 10,841 persen saham.

    Pasalnya, sebagian besar suara yang diberikan saat voting dalam RUPST KIJA tersebut dilaksanakan oleh Imakotama dan pihak-pihak yang terkait dengan Imakotama, sehingga dapat dilihat sebagai telah terjadi acting in concert dan melebihi suara yang dimiliki oleh pemegang saham yang ditentukan (Permitted Holders).

    Manajemen KIJA memperkuat dugaan tersebut dengan ‘menyodorkan’ catatan jumlah kehadiran pemegang saham saat RUPST yang mencapai 90,432 persen, atau meningkat secara signifikan dibandingkan dengan jumlah kehadiran dalam RUPS sebelumnya yang memiliki tingkat kehadiran hanya sebanyak 44,945 persen di 2018 dan sebanyak 53,372 persen pada 2017.

    Sehubungan dengan kepemilikan saham dalam KIJA, dalam laporan keuangan KIJA per 31 Maret 2019, tertera komposisi kepemilikan saham KIJA adalah Mu Min Ali Gunawan 21,087%, Islamic Development Bank 9,32%, PT Imakota Investindo 5,398%, Hadi Rahardja 2,8%, Setiawan Mardjuki 0,166% dan masyarakat 61,28%.

    Sedangkan pada akhir 2018, Mu Min Ali Gunawan 21,087%, Islamic Development Bank 9,3%, Hadi Rahardja 2,8%, Setiawan Mardjuki 0,166% dan masyarakat 66,617%. Sehingga di tahun ini tercatat adanya pemegang saham baru yang memiliki lebih dari lima persen saham, yakni Imakotama.



    (AZF)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id