Rupiah dan IHSG Bergerak Dua Arah

    Nia Deviyana - 07 Februari 2020 17:04 WIB
    Rupiah dan IHSG Bergerak Dua Arah
    Ilustrasi - - FOTO: AFP/ Bay ISMOYO
    Jakarta: Nilai tukar rupiah dan Indeks Harga Saham gabungan (IHSG) bergerak dua arah pada penutupan perdagangan Jumat, 7 Februari 2020.  Mata uang Garuda mengalami pelemahan sedangkan IHSG menguat tipis.

    Mengutip Bloomberg, rupiah bergerak di kisaran Rp13.620 sampai Rp13.676 per USD.
    Rupiah berada di level Rp13.675 per USD atau melemah 40,5 poin atau 0,3 persen dibandingkan pembukaan perdagangan di level Rp13.620 per USD.

    Begitu pula dengan Yahoo Finance mencatat rupiah berada di posisi Rp13.670 per USD atau melemah 11 poin atau 0,08 persen dari pembukaan perdagangan di level Rp13.659 per USD. Berdasarkan data Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) rupiah berada di level Rp13.647 per USD.

    Sementara itu, Indeks Harga Saham gabungan (IHSG) ditutup menguat atau berada di level 5.999,6. IHSG tercatat menguat tipis 12,4 poin atau 0,21 persen dibandingkan pembukaan perdagangan di level 5.988.

    Volume perdagangan mencapai Rp5,51 triliun. Tercatat 169 saham menguat, 184 saham melemah, dan 170 saham stagnan.

    Direktur PT TRFX Garuda Berjangka Ibrahim Assuaibi menilai, meski ditutup melemah mata uang Garuda masih berpotensi melanjutkan penguatan pada perdagangan Senin pekan depan.

    Hal ini sejalan dengan cadangan devisa Indonesia pada Januari 2020 yang tercatat USD131,7 miliar atau meningkat dibandingkan Desember 2019 sebesar USD129,2 miliar.

    "Dengan cadangan devisa yang terus meningkat akan mampu mendukung ketahanan sektor eksternal serta menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan tetap terjaga," tulis Ibrahim pada catatannya yang dikutip Medcom.id, Jumat, 7 Februari 2020.

    Di sisi eksternal, pembicaraan Presiden AS Donald Trump dengan Presiden Tiongkok Xi Jinping pada Kamis menunjukkan kesepakatan kedua negara untuk melanjutkan komunikasi dan kerja sama yang luas.

    Mereka juga menegaskan kembali komitmen mereka untuk mengimplementasikan kesepakatan fase satu. "Kemarin, Tiongkok mengatakan akan mengurangi separuh tarif impor yang totalnya USD75 miliar sebagai bagian dari upayanya untuk mematuhi perjanjian fase satu yang diratifikasi di Washington bulan lalu," lanjut Ibrahim.

    Di sisi lain, Tiongkok mengatakan sedang memantau dampak ekonomi dari wabah virus korona, tetapi bank sentral mereka memiliki banyak alat kebijakan untuk mengimbangi tekanan.

    Wakil Gubernur Pan Gongsheng mengatakan kepada sebuah konferensi pers pada Jumat bahwa ekonomi Tiongkok dapat terganggu pada kuartal pertama, tetapi diperkirakan akan pulih setelah virus dikendalikan.

    (Des)


    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id