Lippo Gandeng Dua Investor Tiongkok Bangun Kawasan Industri Rp190 Triliun

    Dian Ihsan Siregar - 25 Mei 2016 07:58 WIB
    Lippo Gandeng Dua Investor Tiongkok Bangun Kawasan Industri Rp190 Triliun
    Kerja sama antara Lippo Group dengan dua perusahaan Tiongkok untuk membangun kawasan industri. (FOTO: MTVN/Dian Ihsan Siregar)
    medcom.id, Bekasi: Lippo Group melalui anak usahanya PT Lippo Cikarang Tbk (LPCK) menandatangani kerja sama dengan dua Investor Tiongkok, Shenzhen Yantian Port Group Co., Ltd dan Country Garden Holdings Co. Ltd. Ketiga perusahaan ini nantinya akan bersama-sama mendesain dan mengembangkan Kawasan Industri Indonesia Shenzhen Baru di kawasan Lippo Cikarang.

    Chief Marketing Officer Lippo Cikarang Stanley Ang, mengungkapkan, kerja sama tersebut mencakup tiga tahap pengembangan. Tahap pertama, mempunyai nilai investasi sebesar Rp190 triliun atau setara USD14,5 miliar.

    Kedua investor asal Tiongkok ini, diakui Stanley, telah mengenal baik pengalaman dan prestasi Lippo Group dalam bidang pembangunan konstruksi di dalam negeri serta kesuksesannya mengoperasikan kawasan industri berkelas dunia. Hal ini lah yang menjadi alasan Lippo sebagai partner dalam berbisnis untuk membangun kawasan komersial dan industri di Lippo Cikarang.

    Lippo Gandeng Dua Investor Tiongkok Bangun Kawasan Industri Rp190 Triliun
    Kerja sama Lippo Group dengan dua perusahaan asal Tiongkok. (FOTO: MTVN/Dian)

    "Lippo sepanjang tahun ini bersama dua mitra akan mematangkan grand design atau master plan proyek tersebut. Nantinya, kedua mitra bersama Lippo akan mendirikan dua perusahaan patungan, masing-masing akan mengembangkan kawasan komersial dan industri," tutur Stanley, ditemui usai penandatanganan kerja sama di Hotel Axia Cikarang, Bekasi, ‎Selasa (24/5/2016).

    Kawasan komersial, perseroan akan dibangun apartemen‎ dan tempat shopping (belanja). Sedangkan kawasan industri akan mengambil fokus pembangunan ‎high technology clean industry.

    "High technology itu nantinya ada pabrik hand phone, batterai, dan solar panel. Mereka bisa menyewa dan beli tempat di wilayah kawasan industri yang akan kita bangun," tutur Stanley.

    Proses pengerjaan tahap pertama, Stanley menerangkan, akan dilakukan pada kuartal I-2017. Tapi, perseroan mengharapkan pengerjaan proyek tersebut bisa lebih cepat dari target yang sudah dicanangkan.

    "Targetnya kuartal I-2017, tapi kita harapkan bisa lebih cepat dari target yang sudah ada. Ini kita sudah MoU. Kita mau lakukan step apa selanjutnya. Ada beberapa fase yang kita kerjakan bersama dua investor itu," jelas Stanley.

    Lippo Gandeng Dua Investor Tiongkok Bangun Kawasan Industri Rp190 Triliun
    Kerja sama Lippo Group dengan dua perusahaan asal Tiongkok. (FOTO: MTVN/Dian)

    Dia menambahkan, kerja sama ini selain mendatangkan investasi yang banyak dari negeri Tiongkok, khususnya perusahaan multinational Shenzhen. Perseroan juga mengharapkan investasi datang dari negeri Jepang dan Korea, karena kedua negara tersebut sudah lama menjalankan bisnis di kawasan Lippo Cikarang.

    Adapun inti kerja sama tersebut, sambung Stanley, memiliki tujuan dari rencana Tiongkok yang ingin memajukan jalur maritim, one belt one road. Dengan rintisan itu, akan membuka kerja sama antara perusahaan Tiongkok dan mitra lokal dalam negeri untuk memajukan industri lokal melalui transfer pengetahuan di antara keduanya.

    Sementara untuk masalah komposisi modal antara Lippo dan dua investor tersebut, Stanley enggan mengomentarinya. Namun, dia memastikan, investasi itu akan dikembangkan di kawasan Lippo Cikarang seluas 3.000 hektare (ha) yang saat ini lahannya masih tersisa 20 persen.

    "Dari 3 ribu ha, ada sisa 20 persen. Maka akan dikembangkan di situ. Ketiganya pun akan kembangkan proyek di Orange County yang luasnya sekitar 322 ha," papar Stanley.

    Chairman Lippo Group ‎Mochtar Riyadi menambahkan, Indonesia menjadi salah satu negara yang paling banyak diincar investor. Banyak investor yang mau berinvestasi di Indonesia, karena jumlah penduduk banyak di kalangan kelas menengah dan ekonominya tetap tumbuh stabil.

    Lippo Gandeng Dua Investor Tiongkok Bangun Kawasan Industri Rp190 Triliun
    Mochtar Riady (kanan). (FOTO: MTVN/Dian)

    Oleh karena itu, dirinya mengapreasiasi penuh dua investor dari Tiongkok yang memiliki keyakinan untuk menggandeng Lippo Group dalam mengembangkan kawasan industri dan komersial, dengan nama kawasan Industri Indonesia-Shenzhen. Kawasan ini diperkirakan akan menjadi pusat bisnis.

    "Lippo Group sudah dipandang sebagai perusahaan terbesar di Indonesia khususnya di bidang properti. Lippo kembali memperkenalkan konsep kawasan industri yang baru dan diharapkan bisa hebat. Kawasan industri sangat penting dikembangkan untuk memajukan perekonomian Indonesia," tutup Mochtar.



    (AHL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id