SMF Ajukan Penerbitan Obligasi Rp12 Triliun ke OJK

    Dian Ihsan Siregar - 03 Maret 2017 12:10 WIB
    SMF Ajukan Penerbitan Obligasi Rp12 Triliun ke OJK
    Direktur Utama SMF Ananta Wiyogo? (tengah) saat membuka perdagangan saham di BEI. (FOTO: MTVN/Dian Ihsan)
    medcom.id, Jakarta: ‎PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) atau SMF sedang mengajukan rencana penerbitan obligasi berkelanjutan (PUB) IV sebesar Rp12 triliun ke Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

    ‎"Saat ini, kami sedang ‎berencana mengajukan plafon kepada OJK untuk penerbitan PUB IV sebesar Rp12 triliun," ungkap ‎Direktur Utama SMF Ananta Wiyogo‎ ditemui di Gedung BEI, SCBD Sudirman, Jakarta, Jumat 3 Maret 2017.

    Ananta menuturkan, penerbitan obligasi merupakan upaya dari SMF dalam memenuhi perannya sebagai penyedia likuiditas jangka panjang bagi penyalur kredit pemilikan rumah (KPR). Hal tersebut merupakan bentuk dukungan SMF untuk ketersediaan hunian yang layak dan terjangkau bagi masyarakat Indonesia.

    "Penerbitan obligasi SMF ini bertujuan untuk mendukung program pemerintah satu juta rumah, melalui penyaluran pinjaman (refinancing atas KPR)," jelas Ananta.

    Sepanjang 2016, SMF mencatatkan peningkatan kinerja terutama dalam menjalankan misinya mengalirkan dana dari pasar modal ke penyalur KPR di sektor pembiayaan perumahan, melalui transaksi sekuritisasi dan penyaluran pinjaman yang mencapai Rp7,14 triliun.

    ‎SMF baru saja menerbitkan obligasi sebesar Rp1,677 triliun. Obligasi itu merupakan bagian dari penerbitan obligasi berkelanjutan III SMF tahap VII Tahun 2017 dengan tingkat bunga tetap dengan nilai Rp6 triliun. Dari hasil penawaran awal PUB III tahap VIII tersebut minat investor untuk berinvestasi pada surat utang SMF terlihat cukup tinggi. Hal ini terlihat dari adanya kelebihan permintaan (oversubscribed).

    "Meski begitu‎, mengingat plafon untuk penerbitan kali ini sudah habis, maka SMF hanya dapat menyerap sebesar Rp1,677 triliun," jelas Ananta.

    Adapun obligasi yang diterbitkan, bilang Ananta, terdiri dari dua seri, yaitu Seri A dengan jumlah obligasi yang ditawarkan sebesar Rp677 miliar, dengan tingkat bunga tetap sebesar 7,5 persen per tahun dan berjangka waktu 370 hari sejak tanggal emisi.

    S‎edangkan untuk Seri B jumlah obligasi yang ditawarkan sebesar Rp1 triliun dengan tingkat bunga tetap sebesar 8,4 persen per tahun. Obligasi tersebut memiliki jangka waktu tiga tahun sejak tanggal emisi. Pembayaran bunga pertama dilakukan pada 2 Juni 2017, sedangkan pembayaran bunga obligasi terakhir sekaligus jatuh tempo masing-masing pada 12 Maret 2018 untuk seri A dan 2 Maret 2020 untuk seri B.

    "Dana yang diperoleh dari obligasi ini setelah dikurangi biaya emisi, akan digunakan untuk memberikan pinjaman kepada penyalur KUR," ucap Ananta.



    (AHL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id