Saham Grup MNC Terus Tertekan

    Dian Ihsan Siregar - 16 Februari 2017 12:52 WIB
    Saham Grup MNC Terus Tertekan
    Ilustrasi. (FOTO: ANTARA/Yudhi Mahatma)



    medcom.id, Jakarta: Saham milik grup MNC yang bernaung di bawah tangan dingin Hary Tanoesoedibjo (HT) terus mengalami pelemahan lanjutan.

    ‎Penurunan yang telah berlangsung selama dua hari perdagangan ini terjadi setelah nama HT disebut oleh Mantan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Antasari Azhar sebagai pengantar pesan dari Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

     



    Mengutip YahooFinance, Kamis, 16 Februari 2017, saham-saham perusahaan HT melemah, seperti PT Media Nusantara Citra Tbk (MNCN) turun kembali dari posisi penutupan perdagangan sebelumnya Rp1.595 per saham menjadi Rp1.590 per saham pada pembukaan perdagangan Kamis, 16 Februari 2017. Saat ini, saham MNCN makin melemah ke posisi Rp1.560 per saham atau turun 35 poin (2,51 persen).

    ‎Selanjutnya, gerak saham PT MNC Investama Tbk (BHIT) juga turun dari penutupan perdagangan sebelumnya Rp137 per saham menjadi Rp136 per saham di pembukaan perdagangan hari ini. Posisi sekarang, saham BHIT makin melemah ke posisi Rp133 per saham.

    Baca: Saham Grup MNC Anjlok

    Adapun saham PT Global Mediacom Tbk (BMTR) juga makin menurun hingga saat ini ke posisi Rp565 per saham. Padahal saat pembukaan perdagangan masih di posisi Rp580 per saham, sedangkan penutupan perdagangan sebelumnya masih kokoh di posisi Rp590 per saham.

    Sedangkan posisi PT MNC Land Tbk (KPIG) juga turut mengalami pelemahan menjadi Rp1.365 per saham. Padahal penutupan perdagangan di hari Selasa, ‎14 Februari 2017, saham KPIG masih positif di posisi Rp1.420 per saham. Saham perusahaan HT yang bergerak di bidang developer ini mulai menurun pada saat pembukaan perdagangan di hari ini yang bertengger di posisi Rp1.405 per saham.

    Meski empat perusahaan HT melemah, ada satu perusahaan yang bergerak di zona hijau, yaitu PT MNC Sky Vision Tbk (MSKY). Pada pembukaan perdagangan berada di posisi Rp1.025 per saham dan saat ini makin meningkat menjadi Rp1.030 per saham. Padahal pada saat penutupan perdagangan di hari sebelumnya masih berada di Rp1.025 per saham.

    Sebelumnya, Analis Senior dari Binaartha Sekuritas Reza Priyambada mengatakan, sentimen pemberitaan Antasari yang menyebutkan Hary Tanoe ada dibalik kriminalisasi mantan Ketua KPK tersebut memberikan pengaruh besar bagi gerak saham perusahaan di bawah naungan grup MNC. Bayangkan saja, hampir semua mengalami pelemahan.

    "Jebloknya memang tidak signifikan. Tapi itu dilebih-lebihkan saja, dan dikaitkan ke HT dengan turunnya harga saham. Makanya pembukaan Antasari langsung berbarengan dengan turunnya saham grup MNC," ucap Reza.

    Anjloknya saham grup MNC, Reza menegaskan, hanya bersifat sementara, dan esok hari akan kembali normal. "Sesaat saja kok. Apa alasan lagi besok yang membuat grup MNC turun, tidak ada kan. Jadi cuma sementara saja," jelas Reza.

    Sementara itu, ‎Analis Mirae Asset Sekuritas Indonesia Heldy Arifien ‎senada berbicara dengan Reza. Heldy menegaskan, penurunan saham grup MNC memang ada dampak dari sentimen negatif pengakuan dari Antasari Azhar. Tapi, pada dasarnya, pergerakan saham ini rata-rata dipengaruhi Pilkada serentak pada Rabu, 15 Februari 2017.

    "Memang secara tidak langsung bersinggungan dengan sentimen Antasari, tapi penurunan grup MNC tidak berjalan lama. Ini hanya dmapak psikologis terhadap aksi jual atau beli transaksi di hari ini. Fundamental MNCN juga tidak jelek," pungkas Heldy.

    (AHL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id