Listing Perdana, Saham Ashmore Melesat 50%

    Annisa ayu artanti - 14 Januari 2020 10:06 WIB
    <i>Listing</i> Perdana, Saham Ashmore Melesat 50%
    PT Ashmore Asset Management Indonesia Tbk resmi menjadi perusahaan manajer investasi pertama yang melakukan aksi pencatatan perdana saham. FOTO: Medcom.id/Annisa Ayu Artanti
    Jakarta: PT Ashmore Asset Management Indonesia Tbk resmi menjadi perusahaan manajer investasi pertama yang melakukan aksi pencatatan perdana saham atau Initial Public Offering (IPO) di Bursa Efek Indonesia (BEI).

    Pada saat listing perdana, saham Ashmore langsung terkena auto rejection oleh Jakarta Automated Trading System (JATS) karena kenaikan harga sahamnya melebihi ketentuan persentase tertinggi harian khusus saham IPO sebesar 50 persen.

    Berdasarkan pantauan Medcom.id, perusahaan melepas sebanyak 111,11 juta saham baru atau sekitar 15 persen melalui penawaran umum perdana atau IPO. Saham emiten berkode AMOR ini melesat 50 persen atau 950 poin ke level Rp2.850 per saham. Saham AMOR ditransaksikan sebanyak 101 kali dengan volume 2.308 lot dan menghasilkan nilai transaksi Rp635,04 juta.

    Direktur Perusahaan Arief Cahyadi Wana mengatakan aksi pencatatan saham ini merupakan batu loncatan (milestone) perusahaan untuk lebih berkembang. Dana segar dari aksi ini akan digunakan untuk pengembangan infrastruktur teknologi informasi (TI) dan memperkuat sumber pendanaan untuk membentuk produk baru.

    "Masih banyak capaian prestasi dari perusahaan kami. Dengan pencatatan ini milestone untuk berkembang lebih jauh lagi di masa depan," kata Arief, di Gedung BEI, Jakarta, Selasa, 14 Januari 2020.

    Arief menjelaskan, sejak terbentuknya perusahaan pada 2012 lalu dana kelolaan perusahaan tercatat terus bertambah. Dari semula sekitar Rp500 miliar menjadi di atas Rp30 triliun pada akhir 2019. "Kami juga mempunyai 18 produk reksa dana, sembilan kontrak pengelolaan dana, dan satu ETF. Semua kami kelelola dengan filosofi investment aktif," ucap dia.

    Direktur Penilaian BEI I Gede Nyoman Yetna berharap setelah menjadi perusahaan tercatat Ashmore dapat melaksanakan tata kelola perusahaan yang baik (good corporate governance) sehingga dipercaya investor untuk menanamkan investasinya di saham perusahaan.

    "(Perusahaan) menjadi tempat yang layak buat investor meyakinkan investasinya dapat berkembang. Mari berkarya bagi Indonesia dan sukses bagi kita semua," pungkas Nyoman.



    (ABD)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id