bukalapak    ipo  

Takut Dicontek, Alasan Bukalapak Enggan Masuk Bursa

Annisa ayu artanti - 10 Januari 2019 15:11 wib
Ilustrasi Bukalapak. (FOTO: Medcom.id/Dian Ihsan Siregar)
Ilustrasi Bukalapak. (FOTO: Medcom.id/Dian Ihsan Siregar)

Jakarta: Bukalapak membeberkan alasan perusahaan enggan melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI). Ini lantaran banyak kewajiban-kewajiban yang harus dipenuhi setelah menjadi perusahaan terbuka.

Chief Finance Officer (CFO) Bukalapak Muhamad Fajrin Rasyid mengatakan salah satunya kewajiban mengumumkan kinerja perusahaan seperti melaporkan keuangannya di keterbukaan informasi BEI.

"Kalau sudah IPO itu harus publish data segala macam, kayaknya ribet," kata Fajrin di JCC, Senayan, Jakarta, Kamis, 10 Januari 2019.

Selain itu, Fajrin menyebutkan yang menjadi keberatan perusahaan rintisan (startup) seperti Bukalapak adalah bocornya strategi atau rencana inovasi perusahaan karena harus selalu disampaikan kepada publik.

"Karena selama ini perusahaan tercatat istilahnya ingin dengan inovasi yang cepat sekali itu. Tapi jangan sampai inovasi ini diketahui banyak orang dan ditiru dengan cepat sekali," jelas dia.

"Jadi itu yang menjadi concern kita, enggak hanya soal angka. Misalkan kegiatan penting dan sebagainya," imbuh dia.

Bukalapak, kata Fajrin, sudah memberitahu perihal ini kepada BEI. Ia berharap, selain ada kemudahan-kemudahan startup untuk IPO, perusahaan juga menginginkan adanya relaksasi dari kewajiban-kewajiban untuk IPO para perusahaan startup.

"Terakhir, masukan dari kami adalah kewajiban-kewajiban peraturan yang sudah IPO ada relaksasi enggak," ucap dia.

 


(AHL)


BACA JUGA
BERITA LAINNYA

Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.