Rupiah Pagi Gilas Dolar AS

    Angga Bratadharma - 12 November 2019 09:06 WIB
    Rupiah Pagi Gilas Dolar AS
    Ilustrasi. MI/ROMMY PUJIANTO
    Jakarta: Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada perdagangan Selasa pagi terpantau menguat dibandingkan hari sebelumnya di posisi Rp14.067 per USD. Mata uang Garuda sukses menyalip mata uang Paman Sam yang tengah melemah jelang tercapainya kesepakatan dagang antara Amerika Serikat dengan Tiongkok.

    Mengutip Bloomberg, Selasa, 12 November 2019, nilai tukar rupiah pada perdagangan pagi dibuka melonjak ke Rp14.056 per USD. Pagi ini nilai tukar rupiah bergerak di kisaran Rp14.055 hingga Rp14.057 per USD. Sedangkan menurut Yahoo Finance, nilai tukar rupiah berada di posisi Rp13.851 per USD.

    Sementara itu, kurs dolar Amerika Serikat melemah terhadap sekeranjang mata uang lainnya pada akhir perdagangan Senin waktu setempat (Selasa WIB), setelah Presiden Donald Trump mengatakan pembicaraan perdagangan dengan Tiongkok berjalan sangat baik. Tetapi AS hanya akan membuat kesepakatan dengan Beijing jika itu tepat untuk AS.

    Trump pada Sabtu, 9 November mengatakan kepada wartawan bahwa perundingan telah bergerak lebih lambat dari yang dia inginkan, tetapi Tiongkok menginginkan kesepakatan lebih dari yang dia lakukan.

    Presiden Trump menambahkan ada pelaporan yang salah tentang kesediaan AS untuk mencabut tarif barang-barang Tiongkok. Pejabat dari Tiongkok dan AS pekan lalu mengatakan kedua negara telah sepakat untuk menurunkan tarif yang sudah ada dalam kesepakatan perdagangan "fase satu".

    Indeks dolar AS turun 0,18 persen terakhir pada 98,176. Terhadap euro, dolar AS melemah 0,14 persen menjadi 1,103 dolar AS. Berita utama perang dagang yang beragam telah membuat investor frustrasi dan bingung, kata Craig Erlam, analis pasar senior di OANDA Corp.

    "Kami berayun dari optimisme ke pesimisme setiap hari dan tidak pernah merasa lebih bijaksana. Kali ini giliran Trump 'menuangkan air dingin' (membuat sesuatu kurang menarik) tentang pernyataannya bahwa tidak hanya kesepakatan sebentar lagi, tetapi ia datang dengan 'ceri di atasnya' (sesuatu yang kecil tapi istimewa) yaitu penghapusan tarif," kata Erlam.

    "Sulit untuk mengatakan siapa yang akan mengalami kerugian lebih banyak dari kesepakatan ini yang berantakan, tetapi berdesak-desakan di menit terakhir ini tidak menginspirasi kepercayaan," tambah Erlam.

    Meskipun dolar AS sering beroperasi sebagai aset safe haven di saat-saat ketidakpastian politik dan ekonomi, dolar AS melemah pada Senin terhadap yen Jepang dan franc Swiss, mata uang safe havens tradisional lainnya. Dolar melemah 0,27 persen terhadap mata uang Jepang, pembelian terakhir 108,98 yen, dan 0,36 persen lebih lemah terhadap franc.
     



    (ABD)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id