PT SMF Terbitkan Obligasi Rp1 Triliun

    17 Oktober 2017 09:01 WIB
    PT SMF Terbitkan Obligasi Rp1 Triliun
    Ilustrasi. (FOTO: ANTARA/AKBAR NUGROHO GUMAY)
    medcom.id, Jakarta: PT Sarana Multigriya Finansial (SMF) menerbitkan obligasi dengan mekanisme penawaran umum berkelanjutan (PUB) IV tahap II Tahun 2017 senilai Rp1 triliun. Hal ini digunakan untuk memberikan pinjaman kepada penyalur kredit pemilikan rumah (KPR).

    Direktur Utama SMF Ananta Wiyogo, mengatakan minat investor untuk berinvestasi pada surat utang SMF cukup tinggi, terlihat dengan adanya kelebihan permintaan (oversubscribe).

    "Final book building kami untuk obligasi PUB IV tahap II 2017 melebihi target, mencapai Rp3,882 triliun, tapi yang bisa kami serap Rp1 triliun, sesuai target," ujarnya dalam seremonia Pencatatan Penawaran Umum Obligasi Berkelanjutan IV SMF Tahap ll Tahun 2017 di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Senin 16 Oktober 2017.

    Ia menyampaikan penerbitan obligasi itu bentuk komitmen SMF sebagai penyedia likuiditas jangka menengah panjang bagi penyalur KPR dalam rangka mendukung ketersediaan hunian yang layak dan terjangkau bagi masyarakat Indonesia.

    "Penerbitan obligasi SMF ini bertujuan mendukung Program Satu Juta Rumah," ucapnya.

    Menurutnya, obligasi itu terdiri atas dua seri, yakni seri A senilai Rp327 miliar dengan tingkat bunga tetap 6,25 persen berjangka waktu 370 hari. Sementara itu, seri B sebesar Rp673 miliar dengan tingkat bunga 7,25 persen berjangka waktu tiga tahun.

    Ananta mengatakan pihaknya berencana menerbitkan obligasi berikutnya pada kuartal pertama 2018 dengan nominal disesuaikan dengan kebutuhan likuiditas. Hingga saat ini SMF telah menerbitkan surat utang sebanyak 29 kali dengan total Rp19,2 triliun.

    Sementara itu, PT Kapuas Prima Coal Tbk (ZINC) semakin gencar mengeksplorasi batu bara setelah mendapatkan dana segar dari pencatatan saham perdana (initial public offering/IPO). Mereka melepas 550 juta saham ke publik. Sementara itu, saham pendiri sebanyak 4 miliar lembar. Total saham tercatat menjadi 4,55 miliar lembar.

    Perseroan menawarkan saham ke publik dengan harga Rp140 per saham. Dana segar yang diraih ialah Rp77 miliar. Kapitalisasi pasar perseroan menjadi Rp637 miliar. Saat pembukaan perdagangan, harga saham naik 70 persen menjadi Rp238 per saham. Dirut PT Kapuas Prima Coal, Hartanto Widjadja, mengatakan dana dari IPO tersebut (80 persen) digunakan untuk belanja modal dan sisanya sebagai modal kerja. (Media Indonesia)



    (AHL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id