Pelaku Pasar Modal Diminta Berkontribusi untuk Pendidikan - Medcom

    Pelaku Pasar Modal Diminta Berkontribusi untuk Pendidikan

    Annisa ayu artanti - 23 Agustus 2019 14:40 WIB
    Pelaku Pasar Modal Diminta Berkontribusi untuk Pendidikan
    Wakil Presiden terpilih Ma'ruf Amin. (FOTO: MI/Ramdani)
    Jakarta: Wakil Presiden terpilih Ma'ruf Amin mengajak pelaku pasar modal untuk memperhatikan pendidikan di Indonesia.

    Ia mengatakan anggaran pendidikan Indonesia cukup besar yaitu sekitar 20 persen dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Ia berharap sektor privat seperti pelaku industri pasar modal dapat membantu memajukan pendidikan.

    "Kebutuhan biaya pendidikan lebih besar 20 persen dari APBN. Di sini diharapkan kontribusi sektor privat untuk pembiayaan pendidikan," kata Ma'ruf Amin dalam acara Capital Market Summit & Expo 2019, di JCC, Jakarta, Jumat, 23 Agustus 2019.

    Ma'ruf menjelaskan kemajuan Indonesia bergantung pada sumber daya manusia (SDM) yang ada. Menurutnya, pelaku pasar modal seharusnya bisa mengambil bagian dalam mencerdaskan SDM Tanah Air tersebut.

    Pelaku pasar modal bisa menyuntikkan dana untuk pendidikan atau membuat lapangan kerja baru untuk menyerap SDM yang ada.

    "Pasar modal Indonesia sebagai salah satu sektor privat harus mampu memberikan kontribusi nyata untuk membantu pendidikan. Tentunya tanpa meninggalkan karakter pasar modal yaitu investasi," ucap dia.

    Sebelumnya, dalam pidato nota keuangan Presiden Joko Widodo menyampaikan tidak ingin anak-anak Indonesia tertinggal.

    Pemerintah telah menaikan anggaran pendidikan 2020 menjadi Rp505,8 triliun atau naik Rp29,6 triliun jika dibandingkan dengan anggaran pendidikan pada 2015 yang sebesar Rp390,3 triliun.

    Menurutnya, alokasi anggaran pendidikan yang cukup besar ini diharapkan bisa dirasakan oleh semua anak-anak Indonesia. Tidak ada lagi kesenjangan pendidikan anak yang tertinggal. Kemampuan anak Indonesia harus terbangun mulai dari pendidikan usia dini hingga pendidikan dasar.

    Dengan anggaran sebesar itu, kurikulum pendidikan SMP dan SMA dirancang untuk memenuhi kebutuhan industri dan tenaga kerja. Masa depan anak-anak Indonesia lahir generasi emas.

    Sementara itu, untuk meningkatkan kualitas SDM, pemerintah juga menekankan perbaikan pada kualitas guru di sekolah. Salah satunya dengan memadukan teknologi dalam pengajaran di sekolah.



    (AHL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id