Atas Perintah Polda

    KSEI Blokir Saham MNC yang Diduga Digelapkan

    Dian Ihsan Siregar - 18 Desember 2017 13:02 WIB
    KSEI Blokir Saham MNC yang Diduga Digelapkan
    D?irektur Utama KSEI Friderica Widyasari Dewi. ANT/Setiawan.



    Jakarta:‎ Sengketa penggelapan saham PT Media Nusantara Citra Tbk (MNCN) oleh sindikat dari luar negeri terus berlanjut. Kini, PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) telah memblokir saham yang diduga digelapkan tersebut.

    Pasalnya saham MNCN milik PT Global Mediacom Tbk disimpan di kustodian Citibank atas nama Nomine PB Nominees Ltd sebanyak 254.168.663 saham.

     



    Menurut D‎irektur Utama KSEI Friderica Widyasari Dewi, KSEI sudah menerima surat pemblokiran saham MNCN‎ dari Polda Metro Jaya atas laporan pihak grup perusahaan yang berada di bawah naungan Hary Tanoesoedibjo‎. ‎

    "Kita hanya terima suratnya ada perintah blokir ya sudah kita blokir. Jadi kalau perintah Polda kan suruh brokir saham MNCN jumlah sekian di rekening ini, di kustodian ini, sudah kita blokir sahamnya saja. Jadi karena sahamnya sudah dikandangin, sudah diblokir jadi untuk settlement enggak bisa," kata‎ Friderica, ditemui di Gedung BEI, SCBD Sudirman, Jakarta, Senin, 18 Desember 2017.

    Saham MNC yang telah dikandangkan merupakan yang ditransaksikan ‎pada 12 Desember. Sedangkan saham MNCN yang telah dilaporkan digelapkan sudah ditransaksikan beberapa kali sebelumnya.

    "‎Karena sahamnya sudah kita blokir di rekening tersebut, ya sudah berarti settlement yang harus ambil barang enggak bisa," tegas Kiki biasa Friderica dipanggil.

    Saham yang telah KSEI blokir, bilang Kiki, juga tidak bisa dibuka kembali, kecuali ada perintah dari yang berwewenang. Tak hanya itu, untuk membukanya juga harus ada bukti yang sah terkait kepemilikan saham tersebut.

    "Nanti misalnya mereka ke pengadilan atau apa, panjang itu. Kan katanya mau dituntut, saya enggak mengerti," pungkas Kiki.

    MNC sendiri sedang menuntut perusahaan Nomura Sekuritas Indonesia. Penuntutan itu akibat kerugian yang akan diderita oleh MNC.

    "Kami tetap menuntut perusahaan sekuritas tersebut.‎ Nomura Sekuritas yang melakukan itu, kita tuntut akibat kerugian kami," kata Corporate Secretary MNC Grup MNC, Syafril Nasution belum lama ini.

    Terkait jumlah kerugian yang diderita oleh perusahaan, bilang Syafril, dirinya masih akan menghitung dan mengecek terlebih dahulu agar tidak ada kesalahan. Namun perusahaan telah melaporkan kasus ini ke Polda Metro Jaya.

    "Saya harus cek dulu. Pastinya kami sudah laporkan kasus ini ke Polda," pungkas Syafril.

    (SAW)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id