Rupiah Pagi Menguat Tipis di Rp13.665/USD

    Angga Bratadharma - 22 Januari 2020 09:14 WIB
    Rupiah Pagi Menguat Tipis di Rp13.665/USD
    Ilustrasi. FOTO: MI/ATET DWI PRAMADIA
    Jakarta: Gerak nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada perdagangan Rabu pagi terpantau menguat tipis dibandingkan dengan perdagangan sore di hari sebelumnya di posisi Rp13.669 per USD. Rupiah mampu perkasa usai USD tidak mendapat katalis positif maksimal lantaran para pelaku pasar mencerna beberapa berita mengenai prospek ekonomi global.

    Mengutip Bloomberg, Rabu, 22 Januari 2020, nilai tukar rupiah pada perdagangan pagi dibuka menanjak ke Rp13.665 per USD. Pagi ini nilai tukar rupiah bergerak di kisaran Rp13.665 per USD. Sedangkan menurut Yahoo Finance, nilai tukar rupiah berada di posisi Rp13.456 per USD.

    Kurs dolar Amerika Serikat (USD) turun moderat terhadap saingan utamanya di akhir perdagangan Selasa waktu setempat (Rabu WIB). Kondisi itu terjadi karena para pelaku pasar mencerna beberapa berita mengenai prospek ekonomi global.

    Mengutip Xinhua, Rabu, 22 Januari 2020, indeks USD, yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama, turun 0,09 persen menjadi 97,5380 pada akhir perdagangan. Pada akhir perdagangan New York, euro naik menjadi USD1,1095 dari USD1,1092 pada sesi sebelumnya, dan pound Inggris naik menjadi USD1,3049 dari USD1,3002 pada sesi sebelumnya.

    Dolar Australia jatuh ke USD0,6845 dibandingkan dengan USD0,6873. Dolar AS dibeli 109,79 yen Jepang, lebih rendah dibandingkan dengan 110,15 yen Jepang pada sesi sebelumnya. Dolar AS turun menjadi 0,9680 franc Swiss dibandingkan dengan 0,9685 franc Swiss, dan meningkat menjadi 1,3070 dolar Kanada dibandingkan dengan 1,3045 dolar Kanada.

    Dana Moneter Internasional (IMF) memotong proyeksi pertumbuhan global, mengutip kejutan negatif di beberapa pasar negara berkembang, terutama di India, dan meningkatnya keresahan sosial, tetapi menambahkan IMF bahwa pertumbuhan global mungkin akan mencapai titik terendah.

    IMF memangkas proyeksi pertumbuhan global untuk tahun ini dan tahun depan masing-masing sebesar 0,1 poin dan 0,2 poin. Pertumbuhan ekonomi global sekarang diproyeksikan meningkat 3,3 persen pada 2020 dan 3,4 persen pada 2021.

    Di sisi lain, Wall Street melemah pada akhir perdagangan Selasa waktu setempat (Rabu WIB), mundur dari rekor tertingginya ketika wabah virus dari Tiongkok ditemukan di daratan Amerika (AS) dan Dana Moneter Internasional (IMF) menurunkan perkiraan pertumbuhan ekonomi globalnya.

    Indeks Dow Jones Industrial Average turun 152,06 poin atau 0,52 persen menjadi 29.196,04 poin. Indeks S&P 500 kehilangan 8,83 poin atau 0,27 persen, menjadi 3.320,79 poin. Indeks Komposit Nasdaq berkurang 18,14 poin atau 0,19 persen menjadi 9.370,81 poin.



    (ABD)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id