bukalapak    ipo  

Bukalapak: IPO Bukan Jalan Utama Raup Dana Segar

Annisa ayu artanti - 10 Januari 2019 14:08 wib
Chief Finance Officer (CFO) Bukalapak Muhamad Fajrin Rasyid.
Chief Finance Officer (CFO) Bukalapak Muhamad Fajrin Rasyid. (FOTO: Medcom.id/Annisa Ayu)

Jakarta: Perusahaan rintisan Bukalapak tidak mengandalkan bursa efek sebagai cara untuk memperoleh dana. Bukalapak pun membuka opsi lain selain dari aksi initial public offering (IPO) di lantai bursa.

Chief Finance Officer (CFO) Bukalapak Muhamad Fajrin Rasyid mengatakan IPO bukan menjadi satu-satunya jalan untuk memperoleh dana segar. Salah satu perusahaan unicorn di Indonesia ini membuka aksi-aksi lain seperti private placement dan obligasi untuk memperoleh dana.

"Mendapatkan dana itu tidak harus dengan IPO. Bisa melalui private financing, bisa dari obligasi dan sebagainya," kata Fajrin dalam acara ulang tahun Bukalapak, di JCC, Senayan, Jakarta, Kamis, 10 Januari 2019.

Fajrin menambahkan pertemuan Bukalapak dengan Bursa Efek Indonesia (BEI) beberapa waktu lalu juga bukan spesifik membicarakan mengenai rencana IPO perusahaan. Saat itu, katanya, BEI mengundang Bukalapak untuk menyosialisasikan upaya BEI mempermudah proses IPO.

"Jadi kita diundang Pak Tito (mantan direktur utama BEI) untuk mempelajari peraturan baru soal BEI yang lebih rileks, dalam hal IPO dan persyaratan yang lebih mudah dan sebagainya," jelas dia.

Menurutnya, pertemuan itu menjadi masukan bagi Bukalapak untuk rencana aksi korporasi ke depannya. Namun hingga kini, lanjut Fajrin, Bukalapak belum berniat melantai di bursa efek.

"Tapi kita belum sampai pada keputusan apa-apa untuk IPO," pungkas dia.

Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Rudiantara sebelumnya terus mendorong perusahaan rintisan (startup) untuk mencatatkan sahamnya di BEI.

 


(AHL)


BACA JUGA
BERITA LAINNYA

Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.