Melantai di Bursa, Produsen Sepeda Listrik Kena Auto Reject

    Annisa ayu artanti - 07 Oktober 2019 10:19 WIB
    Melantai di Bursa, Produsen Sepeda Listrik Kena <i>Auto Reject</i>
    Melantai di bursa, produsen sepeda listrik kena auto reject. FOTO: Medcom.id/Annisa Ayu.
    Jakarta: PT Gaya Abadi Sempurna Tbk resmi melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI). Saat mencatatkan saham perdana (initial public offering/IPO), saham perusahaan terkena auto rejection.

    Berdasarkan pantauan Medcom.id, saham emiten bekode SLIS ini ditawarkan sebanyak 500 juta saham. Saat listing perdana, saham perusahaan tersebut naik 69,57 persen atau 80 poin dari harga penawaran Rp115 per saham menjadi Rp195 per saham.

    Saham SLIS ditransaksikan sebanyak 6 kali dengan volume 60 lot. Untuk sementara, perusahaan memperoleh dana segar sebesar Rp1,17 juta.

    Direktur Penilaian Perusahaan BEI, I Gede Nyoman Yetna mengimbau kepada perusahaan agar setelah menjadi perusahaan terbuka tetap menjunjung tata kelola perusahaan yang baik atau good corporate governance (GCG).

    "Hari ini baru awal, diharapkan transparansi dan akuntabel, akan kami lihat ke depan. Kami dari BEI dan regulator OJK akan dukung aksi korporasi ini," kata Nyoman di Gedung BEI, Jakarta, Senin, 7 Oktober 2019.

    Dalam paparan publik lalu, Direktur Utama Gaya Abadi Sempurna Edi Hanafiah Kwanto menyampaikan perusahaan akan menggunakan dana hasil IPO ini untuk modal kerja dan pinjaman kepada anak usaha yang akan digunakan untuk pembelian bahan baku, pembayaran utang usaha jangka pendek, dan kebutuhan operasional.

    "Dana hasil IPO ini, setelah dikurangi biaya-biaya emisi, akan digunakan perseroan untuk membeli bahan baku impor dan pembayaran pinjaman kepada anak perusahaan," jelas Edi.

    Adapun untuk penjamin dan pelaksana efek, perseroan telah menunjuk PT Investindo Nusantara, PT Panca Global Sekuritas, PT Binaartha Sekuritas, dan PT Corpus Sekuritas Indonesia.

    Direktur Keuangan SLIS Wilson NG menjelaskan, saat ini fundamental perseroan sangat baik dengan aset pada 30 April 2019 naik menjadi Rp256,96 miliar dari 31 Desember 2018 sebesar Rp228,55 miliar. Ekuitas juga naik menjadi Rp77,73 miliar dari 31 Desember 2018 sebesar Rp52,62 miliar.

    Perseroan membukukan penjualan pada periode empat bulan yang berakhir pada 30 April 2019 sebesar Rp100,2 miliar, naik 19,12 persen dari periode empat bulan yang berakhir pada 30 April 2018 sebesar Rp84,12 miliar, sedangkan laba bersih tahun berjalan naik 28,21 persen sebesar Rp6,94 miliar dari empat bulan yang berakhir pada 30 April 2018 sebesar Rp5,42 miliar.

    Sementara dengan pencapaian positif itu, perusahaan berencana untuk membagikan dividen setelah IPO kepada pemegang saham sebesar 25 persen dari laba bersih tahun buku 2019.

    Adapun aturan auto rejection dikeluarkan dengan tujuan meredam aksi penjualan yang besar dan mendorong agar market lebih confidence.

    Sesuai dengan persetujuan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) atas surat keputusan direksi, PT BEI Nomor: Kep-00096/BEI/08-2015 akan diberlakukan batasan bawah 
    auto rejection yang baru. Adapun aturan auto rejection BEI yang baru sebagai berikut:
    1. Rentang harga Rp50-Rp200. Batas atas 35 persen. Batas bawah 10 persen‎.
    2. Rentang harga Rp200-Rp500. Batas atas 25 persen. Batas bawah 10 persen‎.
    3. Rentang harga di atas Rp5.000. Batas atas 20 persen. Batas bawah 10 persen‎.




    (AHL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id