Rupiah Kembali Lemah, IHSG Rebound

    Ade Hapsari Lestarini - 12 Desember 2019 09:29 WIB
    Rupiah Kembali Lemah, IHSG <i>Rebound</i>
    Ilustrasi. Foto: dok MI.
    Jakarta: Pergerakan nilai tukar rupiah pada pembukaan perdagangan pagi ini kembali melemah ke level Rp14 ribu per USD. Sementara Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terpantau merekah.

    Mengutip data Bloomberg, Kamis, 12 Desember 2019, rupiah melemah ke posisi Rp14.045 per USD dibandingkan pembukaan perdagangan di level Rp14.035 per USD.

    Sementara itu rentang gerak rupiah berada di Rp14.035-Rp14.045 per USD. Rupiah terus bergerak melemah hingga tujuh poin atau setara 0,05 persen.

    Sedangkan mengutip data Yahoo Finance, rupiah juga dibuka melemah ke level Rp14.040 per USD. Rupiah melemah hingga 10 poin atau setara 0,07 persen.

    Di sisi lain pergerakan IHSG dibuka ke posisi 6.188. Mengutip laman RTI, gerak IHSG terpantau naik tipis 7,949 poin atau setara 0,129 persen ke posisi 6.188.

    IHSG sempat menyentuh level tertinggi di posisi 6.185 dan level terendah di 6.182. Sementara itu volume perdagangan saham tercatat sebanyak 473 juta lembar senilai Rp360 miliar. Sebanyak 149 saham menguat, 64 saham melemah, 112 saham stagnan, dan terjadi 35.227 kali transaksi.

    Sebelumnya keputusan kebijakan The Fed di akhir tahun ini menjadi penting, karena terjadi di tengah ketidakpastian kemajuan negosiasi perang dagang antara Amerika Serikat dan Tiongkok.

    "Penasihat perdagangan Amerika Serikat menyatakan tidak memiliki indikasi bahwa Donald Trump (Presiden Amerika) akan melakukan apa pun untuk pemangkasan tarif barang-barang impor Tiongkok," kata Analis Reliance Sekuritas Indonesia Lanjar Nafi dalam riset hariannya, Kamis, 12 Desember 2019.

    Sementara itu, indeks masih akan tertekan lantaran sentimen pengenaan tarif impor pada biodiesel Indonesia oleh Eropa. Serta, pesimisme investor terhadap prospek sektor crude palm oil (CPO) masih menjadi katalis negatif.

    Sedangkan untuk perdagangan selanjutnya, investor menunggu hasil pertemuan The Fed dan bank sentral Eropa (ECB) serta implikasi terhadap tahun depan.


    "Selanjutnya investor masih menunggu hasil pertemuan the Fed dan ECB selain tensi perdagangan AS-Tiongkok yang belum memberikan sinyal positif," ujar dia.



    (AHL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id