Komitmen Pengelola Dana Publik Beli Saham hanya Sentimen Sesaat

    Annisa ayu artanti - 17 Maret 2020 10:05 WIB
    Komitmen Pengelola Dana Publik Beli Saham hanya Sentimen Sesaat
    Ilustrasi. Foto : MI/ROMMY PUJIANTO.
    Jakarta: Analis Panin Sekuritas William Hartanto menilai masuknya pengelola dana publik ke pasar saham tidak akan berpengaruh signifikan terhadap pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG).

    Ia menyebut komitmen tiga investor pengelolaan dana publik yaitu BPJS Ketenagakerjaan (BP Jamsostek) Asosiasi Dana Pensiun Indonesia (ADPI), dan Asosiasi Dana Pensiun Lembaga Keuangan (ADPLK) memang menjadi sentimen positif bagi pasar dalam jangka pendek.

    Namun belum bisa mengerek harga saham sepenuhnya. Sebab, IHSG sudah jatuh terlalu dalam karena kondisi perekonomian global dan imbas dari meluasnya penyebaran virus korona (covid-19).

    "Bisa untuk jangka pendek, tapi selama sentimen corona masih marak, kemungkinan akan turun lagi setelahnya," kata William, kepada Medcom.id, Selasa, 17 Maret 2020.

    William mentaksir, dengan masuknya tiga lembaga pengelola dana publik ke pasar dan beberapa stimulus ekonomi serta kebijakan yang dilakukan otoritas bursa indeks akan bergerak di rentang 4.600-4.900 dalam satu pekan ini.

    "IHSG seminggu ini di level 4.600-4.900," sebutnya.

    Kemarin, BPJS Ketenagakerjaan, ADPI, dan ADPLK menyatkan akan memanfaatkan diskon harga saham yang terjadi saat ini untuk mengakumulasi pembelian saham.

    Ketiga lembaga tersebut memandang kondisi pasar modal dalam negeri yang sedang menurun ini sebagai momentum baik untuk membeli dan memperbanyak portofolio saham.

    Direktur Utama BPJamsostek Agus Susanto menyampaikan kondisi pasar seperti ini bergantung bagaimana persepektif setiap orang. BPJS Jamsostek menilai kondisi pasar yang lesu saat ini sebagai peluang baik untuk masuk berinvestasi.  

    "Momen seperti ini bisa dimanfaatkan untuk membeli barang bagus dengan harga yang murah. Tentunya dengan tetap memastikan terlebih dahulu kondisi fundamental dari emiten," kata Agus.

    Senada dengan Agus, Ketua ADPI, Suheri dan Ketua DPLK Nur Hasan Kurniawan sepakat untuk masuk ke dalam bursa perdagangan.

    "Kondisi saat ini sebetulnya waktu yang sangat tepat untuk masuk di bursa, kami bertiga tidak mau kehilangan momentum untuk masuk ke pasar. Jangan dilihat kondisi pasar sekarang, tapi long time horizon sesuai profil dana kita," ucap Suheri.

    "Kami bertiga optimistis fundamental ekonomi Indonesia masih baik dan akan semakin membaik," imbuh Nur.



    (SAW)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id