Persaingan Industri Telekomunikasi di Semester II Semakin Ketat - Medcom

    Persaingan Industri Telekomunikasi di Semester II Semakin Ketat

    Annisa ayu artanti - 05 September 2019 19:34 WIB
    Persaingan Industri Telekomunikasi di Semester II Semakin Ketat
    Industri Telekomunikasi. Foto : MI/Usman Iskandar.
    Jakarta: PT XL Axiata (EXCL) meramalkan kompetisi di industri telekomunikasi pada semester II-2019 akan semakin ketat. Presiden Direktur & CEO XL Axiata Dian Siswarini mengungkapkan penyebabnya karena pada paruh kedua 2019 kompetitor mulai meluncurkan program-program baru.

    "Kompetitisi selalu ketat dan semester II akan lebih ketat," kata Dian di Gedung XL Tower, Jakarta, Kamis, 5 September 2019.

    Untuk menghadapi persaingan tersebut, Dian menjelaskan perusahaan sudah menyiapkan antisipasinya dengan memperkuat data khususnya di luar Pulau Jawa. Tercatat, 55 persen dari dana infrastruktur yang dialokasikan perusahaan tahun ini diperuntukkan menguatkan infrastruktur di luar Pulau Jawa.

    "Kami akan terus melakukan pengembangan dan perluasan infrastruktur jaringan, khususnya di luar Jawa," ucapnya.

    Selain itu, strategi yang akan dilakukan perusahaan juga menguatkan dua brand miliknya yaity XL dan Axis, serta pemanfaatan data analytics untuk customer value management. 

    Perusahaan juga akan melakukan perluasan fiberisasi jaringan di Jawa dan di luar Jawa. Adanya fiberisasi diyakini mampu meningkatkan jaringan hingga lebih lima kali lipat dibandingkan jaringan non-fiber.

    "Fiberisasi jaringan XL Axiata sudah mencapai sekitar 30 persen dari total jaringan," sebut dia.

    Perseroan juga akan melanjutkan program Universal Service Obligation (USO). Perusahaan telah memenangkan tender pembangunan jaringan USO 250 titik di 51 kabupaten. Di sisi lain, penguatan jaringan di luar Jawa juga akan disiasati dengan memanfaatkan keberadaaan backbone fiber optik Palapa Ring Barat, Tengah dan Timur.

    Sementara untuk outlook 2020, Dian menambahkan perusahaan melihat persaingan bisnis telekomunikasi akan tetap terjadi. Namun perusahaan menekankan, untuk tidak melakukan peperangan dari sisi harga. Strategi perusahaan pada 2020 akan tetap sama yaitu penguatan infrastruktur dan customer value management.

    "2020 tergantung semester II. Kompetisi sangat panas. Kami akan menguatkan infrastruktur dan customer value manajemen. Kita enggak mau perang harga," tukas dia.




    (SAW)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id