Meikarta Topang Pendapatan LPCK Rp1,5 Triliun

    Ade Hapsari Lestarini - 23 April 2018 20:38 WIB
    Meikarta Topang Pendapatan LPCK Rp1,5 Triliun
    Kondisi terkini proyek Meikarta. (FOTO: Dokumentasi Lippo Cikarang)
    Jakarta: PT Lippo Cikarang Tbk (LPCK) membukukan pendapatan perseroan di sepanjang 2017 sebesar Rp1,50 triliun dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp1,54 triliun. Proyek Meikarta pun tercatat menopang pendapatan perseroan.

    "Meskipun terdapat pelemahan makroekonomi dan nilai tukar rupiah, pendapatan Lippo Cikarang mencapai Rp1,50 triliun," ujar Presiden Direktur LPCK Ivan Budiono, dalam keterangan persnya, Senin, 23 April 2018.

    Selanjutnya, kata dia, perusahaan mencatat laba bruto sebesar Rp633 miliar, Earning Before Interest, Taxes, Depreciation, and Amortization (EBITDA) sebesar Rp433 miliar, dan laba bersih sebesar Rp368 miliar.

    "Pencapaian 2017 karena melemahnya pasar properti Indonesia tahun ini. Namun demikian, proyek Meikarta sebagai kota modern, Lippo Cikarang memiliki proyek yang berkesinambungan untuk pertumbuhan masa depan," jelas Ivan.

    Anak perusahaan PT Lippo Karawaci Tbk (LPKR) ini mencatat pendapatan dari hunian dan apartemen meningkat menjadi Rp1,12 triliun dari sebelumnya Rp703 miliar atau menyumbang 75 persen dari total pendapatan.

    Pendapatan dari komersial dan ruko sebesar Rp54 miliar menyumbang empat persen terhadap total pendapatan, sementara dari industri sebesar Rp33 miliar atau menyumbang dua persen dari total pendapatan.

    Selain itu pendapatan recurring LPCK naik sebesar tujuh persen menjadi Rp285 miliar dari Rp267 miliar di 2016, memberikan kontribusi sebesar 19 persen dari total pendapatan perseroan di 2017.

    "Total aset tumbuh sehat sebesar 119 persen menjadi Rp12,37 triliun di 2017 dari Rp5,65 triliun pada akhir 2016. Peningkatan aset tersebut terutama disebabkan oleh penambahan persediaan sebesar Rp5,124 miliar untuk infrastruktur, sebesar Rp1,743 milar untuk rumah hunian, ruko dan apartemen serta penambahan tanah dalam pematangan sebesar Rp1,930 milar dan reklasifikasi uang muka pembelian tanah sebesar Rp1,430 miliar," jelasnya.

    LPCK merupakan pengembang kawasan perkotaan dengan lahan seluas lebih dari 3.400 hektare (ha), dengan kawasan industri sebagai basis ekonomi. LPCK telah membangun lebih dari 14 ribu hunian, dengan penghuni 51.250 orang dan 500.500 orang yang bekerja setiap hari di sekitar 1.200 perusahaan manufaktur yang tersebar di kawasan industri Lippo Cikarang.

     



    (AHL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id