Pelemahan Poundsterling Buat Rupiah Tertekan terhadap USD

Annisa ayu artanti - 11 Juli 2018 09:37 wib
Seorang nasabah menunjukkan uang kertas rupiah baru tahun emisi
Seorang nasabah menunjukkan uang kertas rupiah baru tahun emisi 2016 (ANTARA FOTO/M N Kanwa)

Jakarta: Pergerakan mata uang poundsterling melemah seiring kondisi internal Pemerintahan Inggris yang terganggu. Hal itu karena keluarnya dua pejabat penting terkait keputusan Inggris keluar dari keanggotaan Uni Eropa atau Brexit yang akhirnya dimanfaatkan dolar Amerika Serikat (USD) untuk menguat.

Senior Analyst CSA Research Institute Reza Priyambada mengatakan hal tersebut memberi imbas kepada pelamahan nilai tukar rupiah terhadap USD di mana nilai tukar rupiah gagal melanjutkan kenaikannya. Namun, sejumlah sentimen positif diharapkan bisa terus berdatangan agar nilai tukar rupiah kuat berbaris di zona hijau.

Selain itu, imbauan dari salah satu lembaga peneliti terkait pelemahan nilai tukar rupiah yang mengatakan perlunya upaya peningkatan ekspor guna menstabilkan mata uang rupiah belum cukup kuat memberikan stimulus positif untuk nilai tukar rupiah berada di zona penguatan.

"Termasuk langkah pemerintah yang sedang mengidentifikasi sejumlah sektor yang terkena dampak terjadinya perang dagang AS-Tiongkok juga belum cukup kuat mempertahankan rupiah di zona hijaunya," kata Reza, seperti dikutip dari riset hariannya, di Jakarta, Rabu, 11 Juli 2018.

Lebih lanjut, Reza memperkirakan, nilai tukar rupiah di hari ini bergerak di kisaran Rp14.363 sampai dengan Rp14.343 per USD. Adapun pergerakan nilai tukar rupiah masih harus kembali diuji ketahanannya untuk dapat berbalik arah melanjutkan tren kenaikannya.

"Masih rentannya rupiah menghalangi potensi kenaikan lanjutan sehingga perlu dicermati berbagai sentimen, terutama pergerakan sejumlah mata uang global terhadap USD. Tetap mencermati dan mewaspadai jika kenaikan ini hanya bersifat sementara," pungkas Reza.

 


(ABD)


BACA JUGA
BERITA LAINNYA

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.