Rumah Zakat Targetkan Himpun Rp30 Miliar dari Wakaf Saham

    Ilham wibowo - 21 Januari 2020 12:51 WIB
    Rumah Zakat Targetkan Himpun Rp30 Miliar dari Wakaf Saham
    Ilustrasi. Foto : MI/ADAM DWI.
    Jakarta: Rumah Zakat Indonesia menargetkan mengumpulkan pendanaan hingga Rp30 miliar pada 2020 dengan wakaf saham. Penghimpunan dana lewat pasar modal ini digunakan untuk beragam program mengentaskan kemiskinan di perdesaan.

    "Khusus wakaf saham kami targetkan tahun ini minimal Rp20 miliar hingga Rp30 miliar, penyaluran wakaf kami di desa berdaya," kata CEO Rumah Zakat Indonesia Nur Efendi saat peluncuran produk wakaf saham di Main Hall Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Selasa, 21 Januari 2020.

    Nur menjelaskan, wakaf saham merupakan jenis wakaf produktif dan termasuk ke dalam wakaf benda bergerak. Mekanisme wakaf saham serupa dengan mewakafkan harta lainnya, akan tetapi harta yang diwakafkan berbentuk saham.

    Nur optimistis, wakaf saham jadi alternatif dan digemari umat muslim dalam beramal seiring dengan kinerja pertumbuhan investasi di saham syariah. Wakaf saham akan menambah penghimpunan dana dari wakaf konvensional seperti uang, bangunan, maupun benda tidak bergerak seperti tanah dan bangunan.

    "Wakaf saham ini baru diluncurkan, kami melihat respons masyarakat ini sangat positif dan wakaf terus tumbuh, hal ini seiring dengan pemahaman wakaf," tuturnya.

    Menurut data BEI per Desember 2019, jumlah investor saham syariah di Indonesia mengalami peningkatan sebesar 54 persen dari sebelumnya 44.536 investor di akhir 2018 menjadi 68.599 investor. Jumlah tersebut, mewakili 6,2 persen dari total investor retail di BEI.

    "Kalau potensi wakaf nasional kan mencapai Rp300 triliun. Kami ingin minimal tahun ini bisa mengumpulkan wakaf Rp150 miliar," katanya.

    Ia menuturkan, wakaf saham masuk dalam skema pengelolaan donasi wakaf dengan membuat dana tersebut lebih produktif. Surplus berkelanjutan dari pengelolaan dana akan dijadikan sumber dana abadi bagi pembiayaan kebutuhan umat seperti pendidikan dan pelayanan kesehatan yang berkualitas.

    "Saat ini ada 1620 titik desa berdaya, dan kami intervensi dengan dana wakaf. Alhamdulillah dari intervensi itu 46 persen dari 1620 titik sudah terentaskan dari kemiskinan. Selain itu ada juga untuk pembangunan 18 sekolah, 10 rumah sakit, dan klinik," ungkapnya.

    Nur mengatakan produk wakaf saham Rumah Zakat Indonesia ini hasil kolaborasi bersama MNC Sekuritas. Keduanya akan menggerakkan literasi dan edukasi mengenai wakaf saham di 28 kota pada tahun ini.

    "Tujuannya mengedukasi masyarakat bahwa filantropi itu tidak hanya zakat, tapi ada juga wakaf yang manfaatnya bisa lebih besar dan lebih sustain (berkelanjutan)," pungkasnya.
     



    (DEV)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id