BTN dan SMF Mencatatkan EBA-SP Rp1 Triliun

    Desi Angriani - 02 Mei 2017 10:30 WIB
    BTN dan SMF Mencatatkan EBA-SP Rp1 Triliun
    Direktur Utama SMF Ananta Wiyogo. (FOTO: MTVN/Desi Angriani)
    medcom.id, Jakarta: PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk melakukan pencatatan perdana atas Efek Beragun Aset berbentuk Surat Partisipasi (EBA-SP) senilai Rp1 triliun. Pencatatan EBA-SP SMFBTN 03 tersebut merupakan hasil kerja sama sekuritisasi dengan PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) atau SMF.

    Surat Partisipasi tersebut terdiri dari Kelas A dan Kelas B. Kelas A terdiri dari dua seri yaitu Seri A1 (SPSMFBTN03A1) memiliki nilai nominal Rp200 miliar dan Seri A2 (SPSMFBTNO3A2) dengan nilai nominal Rp713 miliar sedangkan untuk kelas B terdiri dari satu seri bernilai Rp87 miliar.

    Direktur Utama SMF Ananta Wiyogo menyatakan, penerbitan kembali EBA-SP di Pasar Modal dapat memperkuat pasar keuangan dan mendukung pemgembangan basis investor domestik.

    "Investor akan semakin confident akan efek ini, karena efek ini penerbitnya adalah SMF yang dimiliki 100 persen oleh pemerintah yang ditugaskan khusus untuk mengembangkan Pasar Pembiayaan Sekunder Perumahan," kata Ananta di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI) Jakarta, Selasa 2 Mei 2017.

    Ananta melanjutkan, SMF pada transaksi kali ini berperan sebagai Penerbit, Arranger, Pendukung Kredit, dan Investor. Sedangkan emiten berkode BBTN tersebut berperan sebagai kreditur asal dan sebagai penyedia jasa, serta BRI sebagai Wali Amanat dan Bank Kustodian.

    BTN dan SMF Mencatatkan EBA-SP Rp1 Triliun

    "Hasil sekuritisasi ini oleh BTN akan digunakan untuk mendanai Program Satu Juta Rumah, dimana program tersebut memerlukan dana jangka panjang yang cukup besar," tutur dia.

    Melalui kegiatan sekuritisasi dan penyaluran pinjaman, SMF telah mengalirkan dana dari pasar modal ke Pernyalur KPR sampai dengan 31 Desember 2016 kumulatif mencapai Rp27,4 triliun, terdiri dari penyaluran pinjaman sebesar Rp20,2 triliun, dan sekuritisasi sebesar Rp7,2 triliun.

    Sementara itu, Direktur Keuangan dan Treasury BTN Iman Nugroho Soeko mengatakan sekuritisasi aset dengan skema EBA-SP untuk mendukung pembiayaan program sejuta rumah.

    "Kita mendukung program sejuta rumah karena ini memerlukan pendanaan cukup besar," ungkap dia.

    Iman menjelaskan, sejak 2009 perseroan telah membukukan sebanyak 10 sekuritisasi. Tujuh di antaranya adalah kontrak investasi kolektfi beragun aset (KIK EBA), dan sisanya EBA-SP. Total sekuritisasi aset BTn yang dilakukan lewat skema tersebut mencapai Rp7,46 triliun.

    "Khusus EBA-SP penyerapannya mencapai Rp2,2 triliun," jelas dia.

    Hadir dalam pencatatan tersebut, Direktur Jenderal Pembiayaan Perumahan Kementerian PUPR Lana Winayanti, Kepala Departemen Pengawas Pasar Modal 2A OJK Fakhri Hilmi, serta Direktur Pedayagunaan Sumber Pembiayaan Perumahan Kementerian PUPR Lita Matongan.

    Kemudian hadir pula Direktur Utama Bursa Efek Indonesia Tito Sulistio, Direktur Pengelolaan Investasi OJK Sujanto, Direktur Utama SMF Ananta Wiyogo, Direktur BTN Iman Nugroho Soeko, Direktur Keuangan BRI Haru Koesmahargyo, dan Plt Komisaris SMF Mariatul Aini.



    (AHL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id