Penggelapan Saham, MNC Tuntut Nomura Sekuritas Indonesia

    Dian Ihsan Siregar - 15 Desember 2017 13:58 WIB
    Penggelapan Saham, MNC Tuntut Nomura Sekuritas Indonesia
    Ilustrasi. (FOTO: Metrotvnews.com)



    Jakarta: ‎Saham PT Media Nusantara Citra Tbk (MNCN) diduga digelapkan oleh sindikat yang berasal dari luar negeri. ‎Saham MNCN milik PT Global Mediacom Tbk disimpan di kustodian Citibank atas nama Nomine PB Nominees Ltd sebanyak 254.168.663 saham.

    Corporate Secretary MNC Grup MNC Syafril Nasution mengatakan perusahaan akan menuntut perusahaan Nomura Sekuritas Indonesia terkait adanya sindik‎at penggelapan saham MNC. Penuntutan itu akibat kerugian yang diderita oleh MNC.

     



    "Kami tetap menuntut perusahaan sekuritas tersebut.‎ Nomura Sekuritas yang melakukan itu, kita tuntut akibat kerugian kami," kata Syafril kepada Medcom.id, Jumat, 15 Desember 2017.

    Terkait jumlah kerugian yang diderita oleh perusahaan, Syafril mengatakan dirinya masih akan menghitung dan mengecek terlebih dahulu, agar tidak ada kesalahan. Namun, paling pasti perusahaan telah melaporkan kasus ini ke Polda Metro Jaya.

    "Saya harus cek dulu. Pastinya kami sudah laporkan kasus ini ke Polda," pungkas Syafril.

    ‎Sebelumnya, Chairman MNC Group Hary Tanoesoedibjo telah mengatakan, dirinya telah meminta ke bursa untuk menghentikan sementara perdagangan saham MNCN selama satu hari pada 14 Desember 2017.

    Suspensi ini diminta karena ada dugaan transaksi ilegal atas saham Media Nusantara Citra melalui perusahaan pialang Nomura Sekuritas Indonesia.

    "Perusahaan akan mengajukan permohonan dimulainya kembali perdagangan setelah saham yang dimiliki oleh perusahaan induk PT Global Mediacom Tbk (BMTR) telah diblokir secara resmi untuk menghindari transaksi mencurigakan tersebut," ucap Hary Tanoe.

    Saham MNCN, bilang Hary Tanoe, milik PT Global Mediacom Tbk tersebut disimpan di kustodian Citibank atas nama Nomine PB Nominees Ltd sebanyak 254.168.663 saham.

    "T‎elah ada dugaan penggelapan, di mana saham tersebut dijual di pasar saham mulai 7 Desember 2017 sampai 13 Desember 2017 melalui broker Nomura Sekuritas Indonesia," jelas Hary.

    Bursa pun ‎telah menghentikan sementara perdagangan efek (suspend) atas saham PT Media Nusantara Citra Tbk (MNCN) di seluruh pasar terhitung sejak Sesi I Perdagangan Efek, Kamis, 14 Desember 2017.

    Suspensi yang diberlakukan, ‎Kepala Divisi Penilaian Perusahaan BEI, Imron Hamzah menyatakan, akan dijalankan hingga pengumuman BEI lebih lanjut.‎

    "Selain itu, dalam rangka menjaga perdagangan efek yang teratur, wajar, dan efisien,"kata Imron dalam keterbukaan informasi BEI.

    Sementara itu, ‎‎Kepala Divisi Operasional Perdagangan BEI, Eko Siswanto menyebutkan, adanya suspensi tersebut, bursa meminta kepada semua pihak yang berkepentingan untuk selalu memperhatikan keterbukaan informasi yang disampaikan perusahaan Media Nusantara Citra.

    (AHL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id