Rupiah Pagi Stabil

    Angga Bratadharma - 26 Februari 2020 09:01 WIB
    Rupiah Pagi Stabil
    Ilustrasi. FOTO: AFP
    Jakarta: Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada perdagangan Rabu pagi terpantau bergerak stabil dibandingkan dengan perdagangan sore di hari sebelumnya di posisi Rp13.886 per USD. Mata uang Garuda tidak bergerak signifikan di tengah meningkatnya ketakutan wabah virus korona yang mulai menyebar di luar Tiongkok.

    Mengutip Bloomberg, Rabu, 26 Februari 2020, nilai tukar rupiah pada perdagangan pagi stabil di Rp13.885 per USD. Pagi ini nilai tukar rupiah bergerak di kisaran Rp13.885 hingga Rp13.905 per USD. Sedangkan menurut Yahoo Finance, nilai tukar rupiah berada di posisi Rp13.701 per USD.

    Sementara itu, kurs USD jatuh terhadap sekeranjang mata uang utama lainnya pada akhir perdagangan Selasa waktu setempat (Rabu WIB). Hal itu terjadi karena ekspektasi meningkat bahwa Federal Reserve (Fed) akan memangkas suku bunga tahun ini untuk mengurangi tekanan pada ekonomi yang disebabkan oleh wabah virus korona Tiongkok.

    Dolar melonjak minggu lalu ke level tertinggi dalam beberapa tahun karena virus menyebar lebih lanjut di seluruh dunia, dengan investor menganggap semua aset AS sebagai safe havens.

    Tetapi indeks dolar telah jatuh minggu ini karena safe havens lainnya telah naik ketika para manajer uang sekarang berpikir the Fed mungkin lebih cenderung untuk menurunkan suku bunga karena memiliki ruang paling banyak untuk melakukannya. Pemotongan suku bunga bersifat inflasi, menurunkan nilai dolar.

    Harapan bahwa Fed akan memangkas suku bunga setidaknya 25 basis poin pada pertemuan Juni berada di 78,3 persen pada Selasa waktu setempat, menurut alat FedWatch CME Group. Alat yang sama menunjukkan peluang 4,1 persen bahwa suku bunga akan berada dalam kisaran 150-175 basis-poin saat ini pada Desember, turun dari 28,6 persen sebulan lalu.

    Terhadap sekeranjang enam mata uang lainnya, dolar tergelincir 0,401 persen menjadi 98,939, setelah mencapai level tertinggi tiga tahun mendekati 100 pada pekan lalu.

    Indeks turun sejalan dengan imbal hasil acuan obligasi 10-tahun AS, yang mencapai titik terendah sepanjang masa, didorong oleh permintaan safe-haven. Pelarian ke tempat yang aman itu juga membuat indeks saham AS jatuh, dengan tiga indeks utama Wall Street turun hampir dua persen pada Selasa waktu setempat (Rabu WIB).

    Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS (CDC) memperingatkan warga Amerika mulai bersiap untuk penyebaran virus korona di Amerika Serikat setelah virus mirip flu muncul di beberapa negara.



    (ABD)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id