BTN akan Bentuk Anak Usaha Baru

    Annisa ayu artanti - 04 Desember 2019 18:37 WIB
    BTN akan Bentuk Anak Usaha Baru
    Direktur Finance, Planning & Treasury BTN Nixon L.P. Napitupulu. Foto: Medcom.id/Husen Miftahudin.
    Jakarta: PT Bank Tabungan Negara Tbk (BTN) berencana membentuk anak usaha yang fokus mengelola dan menjaga angka kredit macet atau non performing loan (NPL).

    Direktur Finance, Planning & Treasury BTN Nixon L.P. Napitupulu mengatakan BTN akan mendirikan perusahaan aset manajemen unit untuk mengelola kredit macet dari Kredit Pemilikan Rumah (KPR) di tahun depan.

    "Perusahaan ini akan menjaga NPL dengan membeli rumah yang angsurannya macet, dibenerin lagi, dan dijual. Sehingga enggak jadi NPL berhenti," kata Nixon ditemui di Gedung BEI, Jakarta, Rabu, 4 Desember 2019.

    Nixon menjelaskan pendirian perusahaan baru ini merupakan strategi BTN dalam menurunkan NPL. BTN tengah mengurus perizinan dan berharap regulator segera mengeluarkan izin pembentukan anak usaha itu.

    "Kita memang merencanakan, yang paling kita lakukan adalah kita ingin mendirikan satu perusahaan aset management unit. Mudah-mudahan perizinan diterima oleh regulator," ucap dia.

    Nantinya, perusahaan juga akan menjaga harga rumah di pasar second. Selama ini, Nixon menilai nasabah yang tidak meneruskan KPR menyebabkan harga properti jatuh.

    "Masalahnya gini, BTN itu bank ya, it's not property company. Kita itu bisnisnya KPR, kalau KPR-nya macet, di Indonesia itu belum ada yang jaga harga pasar second," ujarnya.

    Pada tahun depan BTN menargetkan NPL bisa ditekan menjadi 3,1 sampai tiga persen. Per Juni 2019, rasio NPL BTN berada di level 3,32 persen.



    (AHL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id