Perlu Alternatif Pembiayaan saat Kondisi Global Tak Pasti

    Annisa ayu artanti - 11 September 2019 12:20 WIB
    Perlu Alternatif Pembiayaan saat Kondisi Global Tak Pasti
    Ilustrasi. FOTO: Medcom.id.
    Jakarta: PT Bahana Sekuritas menilai perlu adanya alternatif pembiayaan lain untuk meyakinkan investor di saat kondisi pasar masih diliputi ketidakpastian global.

    Direktur Utama Bahana Sekuritas Feb Sumandar mengatakan ketidakpastian global terjadi  akibat memanasnya tensi perang dagang antara Amerika Serikat (AS) dan Tiongkok, serta dimulainya era suku bunga rendah.

    Menilik kondisi tersebut, volatilitas dan tekanan di pasar keuangan global meningkat, termasuk di Indonesia. Hal ini yang membuat investor semakin berhati-hati dalam mencari pendanaan dari pasar keuangan.

    "Saat tren suku bunga turun, biasanya pasar saham menjadi semakin menarik, namun hal itu belum maksimal terjadi di pasar keuangan domestik karena investor masih khawatir terhadap volatilitas yang ada, yang lebih banyak diakibatkan oleh faktor eksternal," kata Feb dalam keterangan tertulisnya, Rabu, 11 September 2019.

    Ia membeberkan, berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI) total perusahaan yang melakukan penggalangan dana melalui aksi pencatatan perdana saham (initial public offering/IPO) sampai dengan September baru berjumlah 33. Sementara total emisi obligasi dan sukuk masing-masing sebesar 73 emisi dari 41 emiten dengan total nilai emisi mencapai Rp86,1 triliun.

    Angka itu jauh berbeda dari capaian tahun sebelumnya. Tercatat akhir September 2018, sebanyak 37 perusahaan yang sudah mencatatkan saham perdana di BEI. Sedangkan total emisi obligasi dan sukuk yang tercatat mencapai 63 emisi dari 41 perusahaan dengan total nilai sebesar Rp77,71 triliun.

    Padahal, pada tahun lalu bank sentral juga melakukan pengetatan moneter secara bertahap demi menjaga defisit transaksi berjalan dalam batas yang aman.

    Menurutnya dalam kondisi ini sangat diperlukan adanya instrumen pembiayaan alternatif yang membuat investor yakin untuk berinvestasi. "Sehingga pada akhirnya diserap oleh pasar meski kondisi pasar keuangan sedang diliputi volatitlitas tapi tidak akan terkena dampaknya," ujar Feb.

    Lebih lanjut, Feb menyebutkan beberapa contoh alternatif pembiayaan lain seperti menerbitkan reksa dana penyertaan terbatas (RDPT) ataupun kontrak investasi kolektif efek beragun aset (KIK EBA).



    (AHL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id