Ekonomi RI Belum Menggeliat, Saham Konsumer Jadi Rekomendasi

    Annisa ayu artanti - 01 Oktober 2019 08:45 WIB
    Ekonomi RI Belum Menggeliat, Saham Konsumer Jadi Rekomendasi
    Ilustrasi. FOTO: Medcom.id
    Jakarta: Bahana Sekuritas merekomendasikan saham sektor konsumer untuk investasi jangka panjang. Hal itu lantaran geliat perekonomian Tanah Air yang belum memperlihatkan tanda-tanda penguatan hingga kuartal III-2019. Saat ini kinerja ekspor dan investasi masih menghadapi persoalan akibat dari keberlanjutan perang dagang antara Amerika dan Tiongkok.

    "Satu-satunya yang masih memberi kontribusi positif bagi pertumbuhan ekonomi domestik bersumber dari konsumsi masyarakat," kata Analis Bahana Sekuritas Giovanni Dustin, dalam keterangan tertulisnya, di Jakarta, Selasa, 1 Oktober 2019

    Ia menjelaskan Pemerintah Indonesia telah berupaya untuk tetap menjaga daya beli masyarakat terutama kelas menengah ke bawah dengan berbagai program seperti program keluarga harapan (PKH), kartu Indonesia pintar (KIP), dan bantuan sosial pangan.

    Dalam kurun waktu 2015-2019, alokasi anggaran perlindungan sosial juga telah mengalami kenaikan rata-rata setiap tahunnya sekitar 10,5 persen, dari Rp247, 56 triliun pada 2015, menjadi sebesar Rp369,09 hingga akhir 2019. Lalu, dalam rancangan anggaran pendapatan dan belanja negara 2020 alokasi anggaran perlindungan sosial direncanakan sebesar Rp 385,32 triliun.

    "Melalui program subsidi, inflasi yang terjaga stabil rendah, serta bonus demografi hingga 2030, Bahana Sekuritas menilai, sektor saham konsumer masih cukup menjanjikan untuk jangka panjang, meski untuk jangka pendek hingga menengah masih akan terlihat adanya tantangan," jelas dia.

    Dalam jangka pendek tantangan terhadap sektor konsumer terutama akan bersumber dari risiko lemahnya serapan tenaga kerja. Demi mempertahankan kinerja positif, perusahaan diperkirakan melakukan inovasi produk atau melakukan repackaging atau penyesuaian terhadap ukuran atau volume atas barang tertentu.

    Dengan melihat kondisi perekonomian terkini dan kedepannya, Giovanni menyampaikan, pihaknya merekomendasikan membeli atas saham PT Unilever Indonesia (UNVR) dengan target harga Rp52.200 per lembar saham. Hal itu karena UNVR memiliki produk yang lebih beragam mulai untuk masyarakat segmen atas hingga bawah.

    "Untuk beberapa jenis produk, Unilever menjadi market leader dan memiliki brand global, untuk segmen personal care yang persaingannya cukup ketat dalam lima tahun terakhir ini. Unilever semakin aktif mengeluarkan produk-produk baru sehingga mampu bersaing demi menjaga market share," ujar dia.

    Selain itu, Giovanni merekomendasikan membeli saham PT Mayora Indah, dengan target harga Rp2.900 per lembar saham karena perusahaan ini sudah cukup memiliki nama yang kuat untuk beberapa segmen tertentu.

    "Mayora memiliki brand equity yang kuat untuk makanan ringan seperti biscuit, permen, dan coklat, yang produknya banyak dicari semua kalangan masyarakat," pungkas dia.



    (ABD)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id