Minim Sentimen Positif, IHSG Diperkirakan Datar

    Angga Bratadharma - 12 November 2019 09:10 WIB
    Minim Sentimen Positif, IHSG Diperkirakan Datar
    Ilustrasi. FOTO: Dok MI/PANCA SYURKANI
    Jakarta: Bursa saham Amerika Serikat (AS) ditutup datar dengan Dow Jones naik 0,04 persen, S&P turun 0,2 persen, dan Nasdaq melemah 0,13 persen. Pasar regional Asia kompak ditutup melemah terutama bursa Hong Kong minus 2,6 persen dan Shanghai berkurang 1,8 persen.

    Ketidakpastian kesepakatan damai dagang fase satu menjadi faktor pelemahan indeks. Sementara di Hong Kong, aksi demonstrasi semakin ricuh. IHSG turut ditutup melemah 0,47 persen ke level 6.148. Investor asing telah keluar dari pasar domestik lima hari berturut-turut dengan net sell asing total sebesar Rp3,3 triliun.

    "Pagi ini indeks Nikkei dibuka flat dan indeks Korea dibuka naik 0,34 persen. Dengan minimnya sentimen positif, kami perkirakan IHSG akan bergerak flat cenderung menguat," ungkap Samuel Research Team, seperti dikutip dari riset hariannya, di Jakarta, Selasa, 12 November 2019.

    Di sisi lain, bursa saham Amerika Serikat ditutup bervariasi pada Senin waktu setempat (Selasa WIB). Kondisi itu karena investor mencerna berita bahwa Boeing berharap untuk melanjutkan pengiriman 737 max jet segera, di tengah langkah investor yang dengan cermat melihat perkembangan baru Tiongkok-AS terkait pembicaraan perdagangan.

    Indeks Dow Jones Industrial Average naik sebanyak 10,25 poin atau 0,04 persen menjadi 27.691,49. Sedangkan S&P 500 turun 6,07 poin atau 0,20 persen menjadi 3.087,01. Indeks Komposit Nasdaq turun 11,03 poin atau 0,13 persen menjadi 8.464,28.

    Mayoritas dari 30 saham unggulan di Dow diperdagangkan lebih rendah dengan saham 3M dan Goldman Sachs masing-masing turun 1,76 persen dan 1,74 persen, dua penghambat teratas. Sebanyak delapan dari 11 sektor utama S&P 500 diperdagangkan lebih rendah dengan sektor Utilitas turun 0,68 persen, memimpin para pecundang.

    Kementerian Perdagangan Tiongkok mengungkapkan Beijing telah sepakat dengan Washington untuk mencabut tarif perdagangan yang ada secara bertahap. Laporan ini tentu positif karena bisa berdampak terhadap membaiknya pertumbuhan perdagangan dan perekonomian global di masa mendatang.
     
    Juru Bicara Kementerian Perdagangan Tiongkok Gao Feng membenarkan kedua belah pihak telah sepakat untuk secara bersamaan membatalkan beberapa tarif yang ada pada barang satu sama lain. Feng menambahkan AS-Tiongkok sudah lebih dekat dengan apa yang disebut perjanjian perdagangan fase satu setelah negosiasi konstruktif selama dua minggu terakhir.
     
    Satu syarat penting untuk perjanjian perdagangan terbatas, Feng bersikeras, adalah bahwa AS dan Tiongkok harus menghapus jumlah tarif yang sama pada saat yang sama. Adapun harapan baru dari perjanjian perdagangan fase satu mendorong bursa saham AS melakukan reli.

    Pelaku pasar mengharapkan kedua raksasa ekonomi itu menandatangani kesepakatan dagang fase satu di akhir bulan ini, setelah Washington dan Beijing mengalami kemajuan dalam negosiasi dagang di akhir pekan lalu. Namun, Reuters melaporkan, pertemuan antara Presiden Donald Trump dan Presiden Tiongkok Xi Jinping dapat ditunda hingga Desember.



    (ABD)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id