Susul Jasa Marga, Komodo Bond WIKA Meluncur di Bursa London

    Annisa ayu artanti - 30 Januari 2018 09:28 WIB
    Susul Jasa Marga, Komodo Bond WIKA Meluncur di Bursa London
    Menteri Keuangan Sri Mulyani. (FOTO: Medcom.id/Desi Angriani)
    Jakarta: PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA) menerbitkan surat utang global berdenominasi rupiah atau Komodo Bond. Surat utang yang diterbitkan senilai USD405 juta atau Rp5,4 triliun tercatat di London Stock Exchange (LSE).

    Langkah tersebut menyusul perusahaan BUMN sebelumnya yakni PT Jasa Marga Tbk (JSMR) yang telah menerbitkan Komodo bonds. Adapun obligasi WIKA ini memiliki jangka waktu tiga tahun dengan kupon sebesar 7,7 persen per tahun.

    Menteri Keuangan Republik Indonesia Sri Mulyani Indrawati yang hadir dalam acara itu mengatakan Komodo Bond ini dilakukan untuk membiayai rencana pembangunan infrastruktur.

    Baca: Menteri Rini: Tiga BUMN akan Terbitkan Komodo Bonds

    "Kementerian Keuangan RI telah berupaya untuk menciptakan ekosistem yang kondusif untuk pembangunan infrastruktur. Demi meningkatkan pertumbuhan yang inklusif dibutuhkan pembangunan infrastruktur," kata Sri Mulyani dalam keterangan tertulis yang diperoleh Medcom.id, Senin, 29 Januari 2018.

    Selain itu hadir juga Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Republik Indonesia Rini Soemarno. Ia mengatakan, BUMN memiliki peran penting dalam pembangunan infrastruktur Indonesia. BUMN berkomitmen untuk mempercepat proyek strategis demi menciptakan konektivitas yang sangat dibutuhkan di dalam negeri.

    Upaya ini menurutnya sejalan dengan dengan fokus pemerintah untuk memastikan terwujudnya pertumbuhan ekonomi dan berkurangnya ketidaksetaraan di Indonesia.

    "Besarnya anggaran yang dibutuhkan untuk mewujudkan rencana pembangunan infrastruktur Indonesia memiliki arti bagi BUMN untuk terus menghasilkan inovasi dan melebihi ekspektasi dalam hal solusi pembiayaan. Komodo bonds menjadi solusi andalan bagi kami untuk melangkah maju," ujar Rini.

    Baca: WIKA Lepas Komodo Bonds Kuartal I-2018

    Sementara itu, Direktur Utama WIKA Bintang Perbowo, mengatakan Komodo bonds WIKA yang telah mengalami dua kali oversubscribed. Tercatat obligasi mengalami oversubscribed yang mencapai 250 persen. Hal itu dinilai bahwa ada dukungan kuat dari investor global dan kepercayaan kepada WIKA serta masa depan infrastruktur Indonesia.

    Selain itu, Bintang menuturkan, Komodo bonds merupakan instrumen yang tepat untuk menyelaraskan periode pembangunan dengan periode pembiayaan sehingga kinerja WIKA semakin lebih baik.

    "Kami berharap untuk menjadi pemain kunci di pasar Komodo bonds dan membuktikan kepada investor kami bahwa mereka berinvestasi di perusahaan dan mitra yang tepat Wijaya Karya," pungkas Bintang.

    (AHL)


    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id