Analis Prediksi IHSG Bisa Sentuh 6.200

    14 Juni 2019 08:16 WIB
    Analis Prediksi IHSG Bisa Sentuh 6.200
    Ilustrasi (MI/USMAN ISKANDAR)
    Jakarta: Pergerakan Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi melanjutkan pelemahan pada perdagangan hari ini. Analis memperkirakan indeks akan melemah hingga menyentuh level 6.200.

    Analis Reliance Sekuritas Indonesia Lanjar Nafi menjelaskan tren pelemahan beberapa hari ini akan terjadi dalam jangka pendek. Pelemahan perdagangan masih dikarenakan aksi jual beli.

    "Kami perkirakan IHSG masih akan bergerak cenderung mengalami tekanan dengan rentang pergerakan 6.200-6.292," kata Lanjar, seperti dikutip dari riset hariannya, di Jakarta, Jumat, 14 Juni 2019.

    Meski diproyeksikan melemah, Analis Artha Sekuritas Indonesia Dennies Christoper mengatakan pelemahan tidak akan terlalu dalam karena masih banyak sentimen positif yang akan menopang indeks saham.

    Pelemahan juga terbatas karena melihat kondisi global yang saat ini juga cukup kondusif. "IHSG diprediksi melemah diperdagangkan di level 6.235-6.254 dan resistance 6.288-6.303," sebut Dennies.

    Adapun saham-saham yang masih dapat dicermati hari ini adalah PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS), PT Alam Sutra Reality Tbk (ASRI), PT Adhi Karya Tbk (ADHI), PT Summarecon Agung Tbk (SMRA), PT Erajaya Swasembada Tbk (ERAA), PT Surya Citra Media Tbk (SCMA), dan PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE).

    Di sisi lain, indeks Dow Jones Industrial Average naik 101,94 poin atau 0,39 persen menjadi 26.106,77 poin. Indeks S&P 500 bertambah 11,8 poin atau 0,41 persen, menjadi 2.891,64 poin. Indeks Komposit Nasdaq berakhir 44,41 poin atau 0,57 lebih tinggi menjadi 7.837,13 poin.

    Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo mengatakan Amerika Serikat telah menilai bahwa Iran bertanggung jawab atas serangan-serangan itu, yang terjadi di dekat Iran dan Selat Hormuz, yang dilewati seperlima dari konsumsi minyak global. Minyak berjangka menetap lebih dari dua persen lebih tinggi.

    Sementara indeks energi S&P 500 naik 1,3 persen terbesar dari 11 sektor utama. "Kami berkelok-kelok di sini dengan kekuatan di sektor minyak karena di situ lah berita penggerak pasar hari ini," kata Wakil Presiden Senior BB&T Wealth Management Bucky Hellwig, di Birmingham, Alabama.

    Sementara itu keuntungan dalam saham energi membantu pasar, serangan tanker menambah kekhawatiran potensial bagi investor. "Masih ada kekhawatiran atas risiko geopolitik," kata Kepala Strategi Pasar Prudential Financial Quincy Krosby, di Newark, New Jersey.



    (ABD)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id