comscore

Mandiri Manejemen Investasi Kerek Reksa Dana Syariah

Dian Ihsan Siregar - 27 Oktober 2017 14:52 WIB
Mandiri Manejemen Investasi Kerek Reksa Dana Syariah
Ilustrasi. (FOTO: Antara/Andika Wahyu)
medcom.id, Jakarta: Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada akhir Agustus 2017 lalu mencatat total NAB reksa dana di Indonesia mencapai Rp410 triliun atau meningkat sebesar 21 persen dibandingkan akhir 2016 yang sebesar Rp339 triliun. Jumlah tersebut meningkat cukup signifikan, di mana NAB reksa dana syariah mencapai 40 persen dari sebelumnya sebesar Rp15 triliun pada akhir 2016 menjadi Rp21 triliun di Agustus 2017.

Namun ironisnya peningkatan NAB reksa dana syariah yang tinggi tersebut belum mendongkrak proporsi besarnya reksa dana syariah yang masih sekitar lima persen secara nasional. Padahal potensi bertumbuhnya reksa dana syariah di Indonesia sangatlah besar mengingat mayoritas penduduk Indonesia adalah muslim dan kebutuhan akan produk syariah sangat besar.
Tantangan perkembangan reksa dana syariah terdiri dari dua sisi, yaitu suplai dan demand. Dari sisi suplai adalah terbatasnya ketersediaan produk reksa dana syariah yang jumlahnya masih lebih sedikit dibandingkan total produk reksa dana yang ada di pasar. Per Agustus 2017, jumlah produk reksa dana syariah sebanyak 160 produk atau hanya sebesar 9,8 persen dibandingkan total produk reksa dana di Indonesia sebanyak 1.629 produk.

Sedangkan dari sisi demand, tantangannya adalah masih rendahnya tingkat pemahaman masyarakat tentang pentingnya berinvestasi khususnya dengan menggunakan reksa dana syariah. Hal ini dapat dilihat dari data OJK per Juni 2017, di mana tingkat literasi pasar modal Indonesia hanya 4,4 persen dan tingkat inklusi hanya sebesar 1,3 persen dari penduduk Indonesia.

Plt Direktur Utama PT Mandiri Manajemen Investasi (Mandiri Investasi) Endang Astharanti mengatakan, tantangan di sisi suplai adalah bagaimana memperbanyak produk dan instrumen underlying. Dalam hal ini Mandiri Investasi ikut mendorong terciptanya produk-produk baru sehingga dapat memberikan banyak pilihan bagi investor.

"Tentunya hal ini juga harus didukung dari sisi regulasi untuk memperbanyak underlying. Di sisi demand Mandiri Investasi akan terus ikut berperan aktif dalam meningkatkan literasi dan inklusi dibidang pasar modal khususnya reksa dana termasuk reksa dana syariah," kata Endang dalam keterangan resminya, Jumat 27 Oktober 2017.

Chief Investment Officer (CIO) PT Mandiri Manajemen Investasi, Alvin Pattisahusiwa menambahkan, saat ini Mandiri Investasi memiliki beragam pilihan produk reksa dana syariah dari berbagai kelas aset, baik saham, pendapatan tetap, campuran, dan pasar uang serta terproteksi. Mandiri Investasi juga telah menerbitkan reksa dana syariah Berbasis Aset Luar Negeri yang cukup diminati investor baik individual dan institusi.

Mandiri Investasi berharap akan lebih banyak lagi instrumen syariah yang ada di pasar sehingga dapat menambah varian produk reksa dana syariah di masyarakat. Sebagai Manajer Investasi dengan dana kelolaan syariah terbesar di Indonesia, Mandiri Investasi berkomitmen untuk terus mengembangkan pasar modal syariah dan meningkatkan basis investornya.

Sebagai bentuk komitmen tersebut Mandiri Investasi akan segera meluncurkan produk baru yaitu reksa dana Mandiri Pasar Uang Syariah. reksa dana terbaru ini merupakan reksa dana Pasar Uang Syariah yang kedua, setelah sebelumnya pada April 2017 meluncurkan reksa dana Mandiri Bukareksa Pasar Uang Syariah yang bekerjasama dengan Bukalapak dan Bareksa (Bukareksa).

Selain meluncurkan produk syariah baru Mandiri Investasi juga akan segera membentuk Unit Pengelola Investasi Syariah (UPIS) yang akan mengkoordinasikan seluruh kegiatan pelaksanaan pengelolaan investasi syariah dan pengembangan reksa dana syariah. Hal ini merupakan implementasi dari Peraturan OJK Nomor 61 tahun 2016 yang mewajibkan seluruh Manajer Investasi yang mengelola reksa dana syariah untuk mendirikan Manajer Investasi Syariah (MIS) atau membentuk Unit Pengelola Investasi Syariah (UPIS).

Dalam pembentukan UPIS ini MMI telah mempersiapkan SDM yang telah dibekali dengan pengetahuan tentang pasar modal syariah yang nantinya akan menjadi partner Dewan Pengawas Syariah (DPS) yang telah ada sebelumnya.

Tugas UPIS ini, tambah Endang, memastikan bahwa pelaksaanaan pengelolaan investasi syariah di Mandiri Investasi benar-benar telah sesuai dengan ketentuan OJK dan DSN-MUI. "Selain itu, UPIS akan fokus untuk mengembangkan produk dan pemasaran reksa dana syariah menjadi lebih efektif khususnya dalam memberikan pemahaman kepada investor mengingat potensinya sangat besar," pungkas Endang.

(AHL)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id