Korona Masih Serang IHSG dan Rupiah

    Desi Angriani - 27 Februari 2020 17:28 WIB
    Korona Masih Serang IHSG dan Rupiah
    Ilustrasi. FOTO: AFP
    Jakarta: Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) dan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) berada di zona merah pada penutupan perdagangan Kamis sore, 27 Februari 2020. Keduanya masih diserang oleh kepanikan pasar atas ancaman penyebaran virus korona.

    IHSG ditutup melemah 153,23 poin atau 2,69 persen ke posisi 5.535,69. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 bergerak turun 29,9 poin atau 3,24 persen menjadi 892,76.

    Terdapat 77 saham menguat, 335 saham melemah, dan 117 saham stagnan. Volume perdagangan mencapai Rp6,93 triliun dari 6,27 miliar lembar saham yang diperdagangkan.

    Secara sektoral, seluruh sektor terkoreksi di mana sektor keuangan turun paling dalam yaitu minus 3,94 persen, diikuti sektor industri dasar dan sektor pertambangan masing-masing minus 2,66 persen dan minus 2,43 persen.

    Penutupan IHSG diiringi aksi jual saham oleh investor asing yang ditunjukkan dengan jumlah jual bersih asing atau net foreign sell sebesar Rp1,05 triliun.

    Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 493.507 kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 6,34 miliar lembar saham senilai Rp7,1 triliun. Sebanyak 77 saham naik, 335 saham menurun, dan 117 saham tidak bergerak nilainya.

    Sementara itu, bursa saham regional Asia sore ini antara lain indeks Nikkei melemah 478 poin atau 2,13 persen ke 21.948,2, indeks Hang Seng menguat 82,1 poin atau 0,31 persen ke 26.778,6, dan indeks Straits Times melemah 4,95 poin atau 0,16 persen ke 3.112,57.

    Mengutip Bloomberg, nilai tukar rupiah pada penutupan perdagangan Kamis ditutup melemah 85 poin atau 0.61 persen di level Rp14.025 per USD dibandingkan pada perdagangan pagi di level di Rp13.934 per USD. Namun, gerak rupiah berada di rentang Rp13.934 sampai Rp14.025 per USD
     
    Sementara itu, Yahoo Finance mencatat mata uang Garuda berada di kisaran Rp14.020 per USD atau melemah 16 poin atau 1,15 persen dibandingkan posisi sebelumnya di posisi Rp13.750 per USD.

    Analis Binaartha Sekuritas M Nafan Aji Gusta mengatakan penyebaran COVID-19 secara agresif masih memberikan dampak sistemik bagi pasar. Hal ini seiring dengan peningkatan tajam infeksi virus tersebut yang terjadi pada Korea Selatan, Italia dan Iran.

    "Penyebaran COVID-19 tersebut berpotensi mengancam pertumbuhan ekonomi global apabila masih belum ditemukan obat antivirusnya. Sehingga terjadilah kondisi 'panic selling'," ujar Nafan.

    Di sisi lain, perkembangan data-data makroekonomi domestik masih minim memberikan dampak yang besar terhadap pasar saat ini.



    (Des)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id