comscore

Kinerja Telkom Diprediksi Masih Cerah hingga Akhir Tahun

Husen Miftahudin - 15 Mei 2022 20:47 WIB
Kinerja Telkom Diprediksi Masih Cerah hingga Akhir Tahun
Ilustrasi Telkom Indonesia - - Foto: dok Telkom
Jakarta: Kinerja PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) diprediksi masih akan cerah hingga akhir 2022. Equity Research Analyst Indo Premier Securities Hans Tantio mengatakan, dari segala matriks Telkom masih akan bertumbuh hingga akhir tahun ini.

"Sebenarnya perusahaan tahun ini masih bagus, seperti yang diketahui, secara konsolidasi di industri juga baik, terefleksi dengan semuanya masih bertumbuh," jelas Hans dalam keterangan resminya, Minggu, 15 Mei 2022.
Selama pandemi, saham-saham telekomunikasi diketahui cukup bertumbuh. Namun menurut Hans, dengan adanya pandemi covid-19 maupun tidak, Telkom akan terus bertumbuh.

"Penggunaan data usage dan growth itu selalu tumbuh, biasanya setelah mencapai titik tertentu di kuartal ini menjadi basis yang masih akan tumbuh lagi. Bisa dikatakan penggunaannya dan akan stabil," ungkap Hans.

Selain itu, Hans juga menyebutkan langkah Telkomsel sebagai anak usaha Telkom melakukan inovasi sinergi merupakan langkah yang tepat. Investasi yang dilakukan sejak 2020 tersebut dipandang menciptakan banyak sinergi, seperti paket-paket untuk mitra driver hingga UMKM.

"Dengan adanya sinergi ini, penetrasi ke pengguna Telkomsel jadi meningkat, bisa dibilang misal mitra Gojek ada 2,5 juta orang dan ini tentu saja positif untuk Telkom," jelas Hans.

Di sisi lain, Hans mengungkapkan kalau Telkom harus mewaspadai kondisi makro saat ini meski ekspektasi Telkom mulai tercapai. Menurutnya, saat ini banyak guncangan karena The Fed tengah terus menaikan suku bunga untuk menekan inflasi. Menurutnya saham itu sebab akibat, meski fundamental baik, harus mewaspadai guncangan-guncangan ekonomi.

Pada periode tiga bulan pertama 2022, Telkom melaporkan laba bersih sebesar Rp6,12 triliun pada atau naik 1,7 persen dari Rp6,01 triliun pada periode yang sama tahun lalu. 

Berdasarkan laporan keuangan perseroan yang, pendapatan Telkom tercatat mencapai Rp35,2 triliun atau naik 3,7 persen dari Rp33,9 triliun pada kuartal yang sama tahun lalu. Laba bersih per saham juga tercatat naik tipis menjadi Rp61,76, dari sebelumnya Rp60,71 pada kuartal I-2021. 

"IndiHome terus menjadi mesin pertumbuhan kami dengan membukukan Pendapatan sebesar Rp6,9 triliun atau tumbuh sebesar 7,9 persen (yoy), didukung oleh total pelanggan 8,7 juta dan ARPU yang relatif stabil selama periode tersebut," ungkap manajemen. 

Selain itu, Bisnis Digital Telkomsel terus tumbuh sehat dengan pertumbuhan trafik data 19,2 persen (yoy) dan kontribusinya mencapai 80 persen dari total pendapatan Telkomsel.

Dia bilang, penurunan harga saham PT Goto Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) yang signifikan membuat Telkom harus membukukan unrealized loss atau kerugian yang belum terealisasi hingga Rp811 miliar. Namun demikian, menurut Hans, kerugian yang belum terealisasi itu tidak ada efek kepada kinerja perseroan pada jangka menengah.

"Ini non-cash item, ini biasanya di Telco lihatnya EBITDA, ini item di bawah EBITDA. Ini non cash item tidak akan mengganggu kinerja sama sekali, ini hanya masalah akuntansi semata," pungkas Hans.

(HUS)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id