comscore

Pengiriman Pasokan Batu Bara ke PLN Terus Meningkat

M Ilham Ramadhan - 16 Januari 2022 17:00 WIB
Pengiriman Pasokan Batu Bara ke PLN Terus Meningkat
Ilustrasi gardu listrik - - Foto: dok PLN
Jakarta: Direktur Utama PT PLN (Persero) Darmawan Prasodjo memastikan adanya kenaikan efektivitas pengiriman pasokan batu bara. Hal itu dilakukan dengan koordinasi bersama para penyedia alat angkut sehingga kekurangan vessel dan tongkang dapat terpenuhi.

"Dari yang sebelumnya hanya 112 vessel shipment dan 560 tongkang shipment, sekarang telah tersedia 130 vessel shipment dan 771 tongkang shipment untuk mengangkut volume 16,2 juta MT," ujarnya, dalam siaran pers, Minggu, 16 Januari 2022.
Dengan adanya kenaikan efektivitas pengiriman maka pasokan batu bara untuk seluruh PLTU milik PLN dan IPP berada di level aman dari yang sebelumnya di posisi kritis. Saat ini Hari Operasi (HOP) di seluruh pembangkit mencapai 15-20 di akhir Januari 2022.

PLN rombak kebijakan tata kelola PJBB

PLN, sebut Darmawan, juga telah merombak tata kelola kebijakan dalam Perjanjian Jual Beli Batubara (PJBB) yang tadinya bersifat jangka pendek, fleksibel, dan berisiko, menjadi bersifat fixed jangka panjang dan terpantau secara melekat.

"Kontrak jangka panjang langsung dilakukan dengan para perusahaan tambang yang memiliki kredibilitas sebagai pemasok sesuai dengan kualitas (spesifikasi) dan volume yang dibutuhkan PLN, sehingga ketidakpastian kontrak yang awalnya berimbas pada masalah fluktuasi pasokan di lapangan, ke depan tidak terulang," terangnya.

Pengamanan dan peningkatan efektivitas penyediaan serta pengiriman batu bara itu dilakukan untuk kebutuhan listrik nasional. Darmawan bilang, Kementerian ESDM turut mendukung langkah yang diambil perseroan.


Dalam melakukan efektivitas tersebut, data realisasi volume dan setiap tahapan pengiriman pasokan batu bara ke pembangkit listrik, mulai dari lokasi tambang, loading, hingga penerimaan di setiap pembangkit secara spesifik serta real-time.

Hal Itu akan terpantau dan terintegrasi dalam sistem digital di Ditjen Minerba yang akan mengirimkan notifikasi Early Warning System secara otomatis kepada pemasok, serta menjadi suatu tool langkah korektif yang segera dapat dilakukan dengan cepat dan tepat.

Darmawan mengatakan, strategi tersebut dilakukan untuk meningkatkan efektivitas pengiriman dalam rantai pasok batu bara sesuai pemenuhan kewajiban DMO setiap mitra pemasok yang terpantau per harinya.

 
"Dengan adanya pemantauan berbasis pada realisasi pasokan dari para mitra pengusaha tambang ini diharapkan dapat membantu mengamankan pasokan batu bara ke PLN," tuturnya.

Cabut larangan ekspor ke 7 perusahaan batu bara

Sementara itu, Ditjen Minerba Kementerian ESDM memberikan mandat untuk mencabut larangan ekspor kepada tujuh perusahaan batu bara dengan 18 kapal yang siap mengekspor komoditas tersebut.

Adapun jumlah batu bara yang diangkut oleh 18 kapal milik tujuh perusahaan tersebut mencapai 1,3 juta ton. Diizinkannya tujuh perusahaan tersebut untuk melakukan ekspor lantaran telah memenuhi kewajiban Domestik Market Obligation (DMO).

"Kami mohon kerja sama Saudara untuk mengaktifkan kembali Eksportir Terdaftar (ET), memberikan pelayanan Pemberitahuan Ekspor Barang (PEB), dan menerbitkan Surat Persetujuan Berlayar (SPB) untuk penjualan batu bara ke luar negeri terhadap 18 kapal tersebut sesuai dengan kewenangan Saudara," demikian petikan surat Dirjen Minerba kepada Dirjen Perdagangan Luar Negeri, Dirjen Bea dan Cukai, dan Dirjen Perhubungan Laut.


(Des)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id