Pertumbuhan Sektor Pertanian pada Kuartal III Kembali Tuai Apresiasi

    M Studio - 15 November 2020 21:23 WIB
    Pertumbuhan Sektor Pertanian pada Kuartal III Kembali Tuai Apresiasi
    Sektor pertanian dinilai mampu menyelamatkan ekonomi negara dari jurang krisis (Foto:MI/Lilik)
    Jakarta: Dekan Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya (UB) Damanhuri mengapresiasi pertumbuhan sektor pertanian pada kuartal III yang mencapai 2,15 persen. 

    Menurut Damanhuri, pertumbuhan itu merupakan kado istimewa bagi bangsa Indonesia yang tengah berjuang memulihkan ekonomi nasional akibat terdampak pandemi covid-19.

    "Pada situasi pandemi covid-19 ini, sektor pertanian lebih baik karena tidak separah sektor lainya," ujar Damanhuri, dikutip siaran pers, Minggu, 15 November 2020.

    Damanhuri mengatakan sektor pertanian terbukti mampu menyelamatkan ekonomi negara dari jurang krisis yang lebih parah. Pertanian dinilai menjadi pondasi kuat dalam menghadapi kemungkinan krisis global.

    "Sepanjang rujukan datanya resmi (BPS) kita harus percaya (data yang ada valid)," kata Damanhuri.

    Badan Pusat Statistik (BPS) merilis data sektor pertanian mengalami pertumbuhan positif, yakni tumbuh sebesar 2,15 persen (y-on-y). Pertumbuhan ini tak lepas dari kondisi harga komoditas pangan kelapa sawit dan kedelai di pasar internasional pada triwulan ke-III yang mengalami peningkatan secara (q-to-q) maupun (y-on-y).

    Berdasarkan catatannya, tujuh sektor untuk lapangan usaha secara tahunan masih akan tumbuh positif. Ketujuh sektor itu di antaranya adalah sektor pertanian, real estate, dan jasa kesehatan.

    Terkait hal ini, Kementerian Pertanian (Kementan) terus mendorong pertumbuhan ekonomi nasional melalui peningkatan produksi pada semua sub sektor pertanian. Terutama pada tanaman pangan seperti padi, hortikukultura, dan perkebunan.

    Kepala Biro Humas dan Informasi Publik Kementan Kuntoro Boga Andri menjelaskan peningkatan itu terjadi karena panen raya padi masih berlangsung di sejumlah daerah, dan pertumbuhan subsektor hortikultura yang dibarengi peningkatan permintaan buah dan sayuran.

    "Dari perkebunan juga tumbuh yang didorong oleh peningkatan permintaan luar negeri seperti komoditas kakao, karet, cengkeh, dan tembakau," katanya.

    Kuntoro mengatakan peningkatan yang terjadi juga memiliki dampak besar terhadap naiknya Nilai Tukar Petani (NTP) dan Nilai Tukar Usaha Pertanian (NTUP) pada periode kuartal II dan III tahun 2020.

    Salah satu faktor pendorong terhadap capaian tersebut di antaranya adalah tingginya serapan Kredit Usaha Rakyat (KUR) Pertanian pada periode Januari-Oktober 2020, mencapai lebih dari Rp45 triliun atau sangat signifikan peningkatannya dibandingkan periode yang sama tahun 2019.

    "Sekali lagi, ini membuktikan bahwa pertanian merupakan sektor yang menjadi tulang punggung bagi perekonomian nasional," ucap Kuntoro.

    (ROS)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id