Anggota Hipmi Didorong Berinovasi dan Implementasi Teknologi di Tengah Pandemi

    Husen Miftahudin - 05 Maret 2021 19:07 WIB
    Anggota Hipmi Didorong Berinovasi dan Implementasi Teknologi di Tengah Pandemi
    Ketua Umum BPP Hipmi Mardani H Maming - - Foto: Medcom/ Husen Miftahudin



    Jakarta: Ketua Umum BPP Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) Mardani H. Maming mendorong anggotanya melakukan inovasi dan transformasi teknologi demi meningkatkan produktivitas di tengah pandemi. Transformasi teknologi turut menekan ketergantungan Indonesia dari impor produk luar negeri.

    "Masih banyak sektor-sektor ekonomi Indonesia yang bergantung pada bahan baku dan produk dari luar. Bukan hanya produk kesehatan, tapi juga sektor pangan, industri, jasa, dan teknologi. Ketika terjadi gangguan rantai pasok global, banyak sektor ekonomi nasional yang mengalami kemacetan. Kita harus terus dorong anggota untuk terlibat aktif dalam berinovasi dan implementasikan teknologi untuk usaha kita," ujar Mardani dalam Rakernas Hipmi XVII dengan tema Berinovasi Bangkitkan Ekonomi, Jumat, 5 Maret 2021.

    Oleh karena itu, momentum pascapandemi perlu dimanfaatkan untuk menata dan memperkuat perekonomian nasional yang lebih mandiri dan berkedaulatan, serta berdaya saing. Ia bilang saatnya menggeser perekonomian, dari bangsa yang konsumtif menjadi produktif, dari bangsa yang bertumpu pada sumber daya alam (SDA) beralih ke bangsa berbasis teknologi dan inovasi, dari bangsa penjahit menjadi bangsa dengan penguasaan teknologi tinggi.






    "Inovasi dan teknologi perlu kita integrasikan dalam perekonomian bangsa agar semakin produktif dan berdaya saing, mengejar ketertinggalan kita selama ini. Melalui penerapan teknologi, produktivitas di kalangan pengusaha muda dapat ditingkatkan berkali-kali lipat dengan biaya ekonomi yang semakin efisien," ucapnya.

    Dengan penerapan teknologi, Hipmi dapat menjadi pemain ekonomi global. Tambak udang yang dikerjakan oleh anggota pengusaha muda meningkatkan produksinya berkali-kali lipat dengan kualitas yang bagus. Kekayaan aspal buton dapat diolah menjadi aspal berkualitas bagus dengan penerapan teknologi seperti yang dijalankan.

    "Batu bara yang berlimpah dapat kita olah menjadi elpiji dan sumber energi pembangkit listrik berbahan baku gas bahkan dapat diubah menjadi metanol dan bahan baku pupuk juga. Smelter nikel juga mampu meningkatkan performa bangsa dari eksportir nikel ore menjadi eksportir mobil listrik di masa depan," ungkapnya.

    Teknologi digital juga terbukti mampu mendorong peningkatan intensitas produksi dan perdagangan global. Sayangnya, sebagian besar masih dikuasai bangsa lain tanpa ada upaya penciptaan dan pengembangan dari anak bangsa.

    "Inovasi dan teknologi tidak jatuh dari langit, tapi lahir dari keseriusan anak bangsa dalam meneliti dan mengkajinya di laboratorium dan di lingkungan sosial. Oleh karena itu, inovasi dan teknologi perlu didorong dan ditingkatkan melalui kerja sama kemitraan antara kampus dan lembaga penelitian sebagai inovator, didukung oleh lembaga pemerintah di bidang riset dan teknologi, dikembangkan oleh dunia usaha dan dibiayai oleh lembaga pembiayaan," tuturnya.


    Dunia usaha terutama kalangan pengusaha muda yang lebih terbuka dan adaptif terhadap teknologi baru, dapat mengembangkannya secara ekonomi dan menerapkan dalam kegiatan usahanya. Lembaga pembiayaan baik perbankan maupun nonbank juga perlu meningkatkan perhatian pada kalangan pengusaha muda terutama yang berbasis inovasi dan teknologi.

    "Tentu saja semuanya membutuhkan dukungan pemerintah melalui Kementerian Riset dan Teknologi dan kementerian terkait lainnya. Sekiranya kelembagaan ini dapat terhubung dan bekerjasama dengan baik, kita akan melihat bangkitnya perekonomian Indonesia yang lebih berdaya saing di masa depan. Hipmi siap berkontribusi positif untuk pengembangan kerja sama ini," imbuh Mardani.

    Pada kesempatan yang sama, Presiden Joko Widodo mengatakan tantangan yang dihadapi pengusaha dalam setahun terakhir sangat berat seiring merebaknya pandemi covid-19. Bukan hanya pengusaha, tapi juga seluruh rakyat Indonesia dan seluruh warga dunia dihadapkan pada krisis kesehatan dan krisis ekonomi.

    "Tapi saya meyakini bahwa kader Hipmi tidak ada kata menyerah. Tidak ada istilah patah semangat. Saya yakin kader Hipmi bisa membalik sebuah tantangan menjadi sebuah peluang. Membalikkan bencana ini menjadi sebuah kebangkitan ekonomi kita. Asalkan kader Hipmi membuktikan semboyannya dalam dunia nyata menjadi pejuang pengusaha dan pengusaha pejuang," tegas Jokowi.


    (Des)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id