BUMN Keroyokan Kebut Pengembangan Kawasan Industri Batang

    Husen Miftahudin - 30 Oktober 2020 19:27 WIB
    BUMN Keroyokan Kebut Pengembangan Kawasan Industri Batang
    Ilustrasi pembangunn kawasan industri - - Foto: Medcom/ M Rizal
    Jakarta: Sejumlah perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dan lembaga pemerintahan mengebut pengembangan Kawasan Industri Terpadu (KIT) Batang. Pembangunan KIT Batang Fase 1 di antaranya dilakukan oleh PT Pembangunan Perumahan (Persero) Tbk atau PTPP, PT Kawasan Industri Wijayakusuma (Persero) atau PT KIW, dan PT Perkebunan Nusantara IX (Persero) atau PTPN IX.

    "PTPP bersinergi bersama KIW, PTPN IX, Perumda Batang, BKPM (Badan Koordinasi Penanaman Modal), Kementerian BUMN, dan pemangku kepentingan lainnya untuk terus mempercepat penyelesaian administrasi dan pekerjaan lapangan pembangunan KIT Batang Fase 1 seluas 450 hektar," kata Direktur Utama PTPP Novel Arsyad dalam keterangan resminya, Jumat, 30 Oktober 2020.

    Menurut Novel sinergi yang dilakukan PTPP dengan beberapa BUMN dan lembaga pemerintahan ini menjadi salah satu inovasi model bisnis yang saat ini dijalankan perusahaan. Apalagi KIT Batang merupakan bagian dari program pemerintah untuk mendorong penguatan sektor industri di Indonesia.

    "Oleh sebab itu, PTPP selalu mendukung setiap program yang dicanangkan oleh pemerintah dalam rangka meningkatkan geliat perekonomian di Indonesia," ucapnya.

    Dalam pengembangan KIT Batang Fase 1 ini akan dibangun beberapa fasilitas pendukung dan konektivitas kawasan, antara lain akses sementara kawasan, simpang susun tol, jalan sekunder dan jalan utama marketing gallery, perluasan stasiun dan dryport, jaringan listrik, suplai air baku, rumah susun sederhana sewa, serta IPAL Sampah. Saat ini, PTPP bersama KIW dan PTPN IX tengah mempercepat progres pekerjaan pembangunan jalan akses sementara, perizinan, dan pembangunan marketing gallery.


    KIT Batang yang terletak di Kabupaten Batang, Jawa Tengah ini memiliki luas keseluruhan 4.300 hektare dan dibagi menjadi tiga klaster. Dari total luasan lahan tersebut akan digunakan untuk rencana guna lahan sebesar 38,20 persen sebagai area industri dengan 37,45 persen di antaranya sebagai gross non-saleable area dan 62,55 persen lainnya akan digunakan sebagai gross saleable area.

    Secara rinci, tiga klaster tersebut meliputi Klaster 1 seluas 3.100 hektare yang akan dikembangkan untuk Industrial Estate & Industrial Township (Distrik Kreasi), Klaster 2 seluas 800 hektare akan digunakan untuk pengembangan Pusat Inovasi & Township (Distrik Inovasi), dan Klaster 3 seluas 400 hektare akan digunakan untuk pengembangan Pusat Rekreasi & Township (Distrik Rekreasi). Adapun pengembangan lahan Fase 1 seluas 450 hektare masuk ke dalam rencana pengembangan Distrik Kreasi.

    Pada Klaster 1, tata guna lahan yang akan dikembangkan untuk area industri sebesar 49,17 persen di mana untuk gross non-saleable area sebesar 66,40 persen dan gross saleable area sebesar 33,60 persen. Dalam pengembangan Distrik Kreasi ini akan menciptakan lapangan pekerjaan untuk 205.664 pekerja.

    Sedangkan untuk Klaster 2 tata guna yang akan digunakan untuk gross non saleable area sebesar 57,36 persen dan gross saleable area sebesar 42,64 persen dengan menciptakan lapangan kerja untuk 49.254 pekerja. Sementara Klaster 3 Rekreasi, tata guna yang akan digunakan untuk gross non-saleable area sebesar 29,12 persen dan gross saleable area sebesar 70,88 persen dengan menciptakan lapangan kerja sebanyak 56.392 pekerja.

    Pada pengembangan KIT Batang Fase 1 kawasan ini direncanakan menjadi kawasan industri terpadu yang didukung oleh beragam fungsi pendukung. Tata guna lahan industri mendominasi kawasan memiliki rasio sebesar 61,7 persen dan terdiri dari lot-lot industri (57,8 persen) dan logistic park (3,9 persen) yang berada di dekat dryport dan stasiun. Dryport dan stasiun yang dikembangkan pada tahap ini memiliki area total 33,6 hektare, yaitu sekitar 7,4 persen.

    "PTPP optimistis pembangunan Fase I ini dapat selesai sesuai dengan yang ditargetkan oleh pemerintah," tegas Novel.


    (Des)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id