Arcandra Tahar Minta PGN Rebut Peluang Besarnya Kebutuhan LNG Dunia

    Husen Miftahudin - 22 April 2021 15:39 WIB
    Arcandra Tahar Minta PGN Rebut Peluang Besarnya Kebutuhan LNG Dunia
    Ilustrasi jaringan gas PGN. Foto: Dok.MI



    Jakarta: Komisaris Utama PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) Arcandra Tahar menilai PGN memiliki posisi strategis dalam penyediaan energi yang ramah lingkungan, dan efisien. Melalui penyediaan gas bumi yang sumbernya masih besar di dalam negeri, PGN dapat memasok kebutuhan Liquid Natural Gas (LNG) ke pasar global yang semakin meningkat pesat.

    Dia bilang, dari total produksi gas di Indonesia sebanyak 7.000 mmscfd, sekitar 60-70 persen digunakan untuk kebutuhan dalam negeri. Sementara sebagian besar sisanya diekspor dalam bentuk LNG. Sampai 2030, Wood Mackenzie memperkirakan kebutuhan LNG dunia akan mencapai 550 juta ton per tahun, sementara pasokan di pasar ditaksir hanya sekitar 450 juta ton per tahun.

     



    "Dengan adanya gap antara supply dan demand LNG yang cukup besar tersebut, PGN dapat memainkan peran pentingnya untuk mengoptimalkan peluang itu. Karena itu sebagai perusahaan gas nasional, PGN ditantang untuk terus meningkatkan kapasitasnya, baik dari aspek SDM, teknologi, dan juga finansial agar mampu bersaing dengan perusahaan gas dunia lainnya," ujar Arcandra dalam keterangan resminya, Kamis, 22 April 2021.

    Wakil Menteri ESDM Kabinet Kerja 2016-2019 itu menjelaskan, sebagai inisiator pembangunan infrastruktur dan mengelola lebih dari 80 persen jaringan gas bumi, PGN saat ini baru mengelola sebanyak 900 mmscfd atau sekitar 15 persen dari total produksi gas bumi Indonesia per tahunnya. Untuk meningkatkan pasokan dan penjualan gasnya, PGN dapat bekerja sama dengan Pertamina yang sudah memiliki banyak kontrak LNG di luar negeri.

    "PGN dapat bekerja sama dengan Pertamina sebagai holding migas, yang sudah memiliki komitmen kontrak-kontrak gas di luar negeri untuk memasok LNG baik di pasar ekspor maupun di dalam negeri. Karena itu kita perlu PGN yang profesional, yang memiliki kompetensi untuk mengelola gas di dalam maupun diluar negeri," harap dia.

    Untuk memperkuat peran PGN di dalam negeri, Arcandra menyebut ada beberapa hal yang harus dilakukan. Pertama, pemerintah harus mengurangi impor LPG, dengan mengalihkan industri yang menggunakan LPG dengan LNG ataupun Compressed Natural Gas (CNG) yang dapat diproduksi oleh PGN. Kedua, PGN memperluas penggunaan gas bumi bagi pembangkit listrik milik PLN.

    Ia kemudian menyebut masih banyaknya pembangkit-pembangkit listrik PLN di pulau-pulau terluar yang menggunakan diesel. "Melalui sinergi dengan PLN, optimalisasi penggunaan gas bumi di pembangkit-pembangkit listrik ini juga akan mengurangi ketergantungan terhadap energi impor," tegas Arcandra.

    Dia menambahkan, pembangunan infrastruktur akan menjadi kunci bagi PGN dalam memperluas pemanfaatan gas ke berbagai daerah di Indonesia. Tidak saja dalam bentuk jaringan pipa, tetapi juga berupa infrastruktur regasifikasi yang memungkinkan LNG dapat lebih mudah menjangkau pasar. Itu sebabnya PGN akan terus mendorong penggunaan teknologi agar pembangunan infrastruktur makin efisien, sehingga konsumen mendapatkan harga gas yang terjangkau.

    "Industri minyak dan gas (migas), yang penuh risiko dan berbiaya besar, membutuhkan peningkatan penguasaan teknologi, sekaligus pemahaman yang baik terhadap aspek komersialnya di Indonesia. Itu yang menjadi patokan PGN saat ini agar bisnis PGN makin efisien dan kompetitif," ucapnya

    Dengan aspek teknologi dan komersial itu, tahun lalu PGN berhasil memangkas biaya pembangunan pipa minyak ke Blok Rokan sepanjang 360 km di Riau hingga senilai USD150 juta atau lebih dari Rp2,1 triliun. "Ini merupakan efisiensi terbesar yang pernah terjadi di PGN dalam proyek pembangunan infrastruktur migas," pungkas Arcandra.

    (DEV)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id