Pandemi Covid-19, Sebagian Usaha Ritel Masih Berekspansi

    Antara - 07 April 2021 14:08 WIB
      Pandemi Covid-19, Sebagian Usaha Ritel Masih Berekspansi
    Ritel. Foto : MI/Yuniar.



    Jakarta: Kondisi usaha di bidang ritel di Tanah Air dinilai perlu untuk tetap optimistis meski ada dampak Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) berskala mikro menjelang Ramadan. Sejumlah indikasi telah menunjukkan potensi pemulihan ekonomi.

    "Enam pusat perbelanjaan diperkirakan selesai (dibangun di kawasan Jabodetabek) sepanjang 2021 dan menambah sekitar 170 ribu meter pasok baru," kata Senior Associate Director Colliers Indonesia Ferry Salanto, dalam paparannya, Rabu, 7 April 2021.






    Menurut dia, dalam pengembangan dan pembangunan ritel atau pusat perbelanjaan, sejumlah pihak saat ini cenderung untuk ke luar Jakarta yaitu ke berbagai daerah di sekitar ibu kota karena relatif masih terdapat lahan kosong yang lebih banyak dibandingkan di dalam Jakarta.

    Berdasarkan data Colliers, total pasokan ruang ritel di Jakarta tercatat 4,83 juta meter persegi, sedangkan di Bodetabek tercatat 2,84 juta meter persegi.

    Ia mengungkapkan beberapa pengelola masih menunggu saat yang tepat untuk mengoperasikan mal atau pusat perbelanjaan baru mereka. "Yang mereka cari bagaimana saat grand launching (peluncuran akbar), pengunjungnya bisa normal kembali," ujarnya.

    Ferry mengakui PPKM berdampak sangat berat baik kepada pengelola mall maupun penyewa gerai di dalam pusat perbelanjaan itu sendiri, karena tingkat trafik (kerumunan) berkurang drastis dampak dari pandemi.

    Menurut dia, mal harus memiliki trafik atau kerumunan yang tinggi karena berarti semakin tinggi pula potensi agar kerumunan tersebut dapat dikonversikan menjadi transaksi belanja.

    Ferry mengemukakan tingkat kunjungan ke mall saat ini baru mencapai 30-40 persen dibandingkan waktu normal. Kontribusi dari penyewa yang tinggi dari mall yang akan buka diharapkan meningkatkan okupansi pada 2021 ini.

    Sebelumnya, perusahaan teknologi ritel Eyos (Emporio Analytics Indonesia) menerbitkan hasil riset yang menunjukkan bahwa bisnis perdagangan independen modern di Indonesia tidak terpengaruh pandemi covid-19 bahkan mengalami pertumbuhan.

    "Dampak pembatasan akibat pandemi membuat turunnya aktivitas bisnis dan ekonomi termasuk bisnis ritel eceran, namun riset kami terhadap dua ribu toko modern independen (modern trade independent/MTI) ternyata tidak semuanya turun," kata Country Manager Eyos, Soon Lee. 


    (SAW)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id