Produksi BBM Ramah Lingkungan di Kilang Cilacap Naik

    Suci Sedya Utami - 17 Oktober 2020 19:40 WIB
    Produksi BBM Ramah Lingkungan di Kilang Cilacap Naik
    Kilang Cilacap - - Foto: dok Pertamina.
    Cilacap: Produksi BBM jenis Pertamax di Kilang Residual Fluid Catalytic Cracking (RFCC) Refinery Unit (RU) IV Cilacap terus mengalami peningkatan. Hal ini menjadi indikator positif penggunaan BBM ramah lingkungan di tengah masyarakat.

    Berdasarkan data produksi dan juga penyaluran (lifting) pada September 2020, produksi Pertamax tercatat 1.445 juta barel, naik dari catatan 1.127 juta barel pada September 2019. Sedangkan untuk lifting pada September 2020 sebanyak 1.513 MB atau naik dari 1.227 MB pada September 2019.

    Unit Manager Communication, Relations, & CSR Pertamina RU IV Cilacap Hatim Ilwan menilai data ini bisa menjadi bukti naiknya kesadaran masyarakat dalam menggunakan BBM ramah lingkungan.

    “Kilang RFCC menjadi pelopor kilang modern Pertamina yang ramah lingkungan dan terus meningkatkan standar produknya setara Euro 4, atau Euro 3. Ini terus berlanjut dengan hadirnya Klang Langit Biru Cilacap dan saat ini yang sedang berlangsung proyek kilang RDMP," kata Hatim dalam keterangan resmi, Sabtu, 17 Oktober 2020.

    Pertamax mulai diluncurkan pertama kali pada 10 Desember 1999, menggantikan Premix 1994 dan Super TT 1998 yang mengandung unsur Methyl Tetra Butyl Ether (MTBE) yang kurang ramah lingkungan. Pertamax mengandung Oktan 92 berstandar internasional untuk kendaraan bermotor. Produksi Pertamax saat ini dilakukan di 3 kilang Pertamina, yakni di RU III Plaju, RU IV Cilacap, dan RU VI Balongan. Di Kilang Cilacap, Pertamax pertama kali diproduksi pada 2016.

    BBM jenis ini dinilai lebih ramah lingkungan karena kandungan sulfurnya maksimal sebesar 50  part per million (ppm). Hal ini sesuai baku mutu emisi gas buang kendaraan bermotor tipe baru berdasarkan Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan tahun 2017 tentang Baku Mutu Emisi Gas Buang Kendaraan Bermotor Tipe Baru Kategori M, N, dan O.

    “Peraturan ini menetapkan bahwa gas buang kendaraan bermotor maksimal 50 ppm, sehingga masyarakat mendapatkan produk Pertamax berkualitas tinggi dan ramah lingkungan dengan gas buang yang lebih sedikit” pungkas Hatim.


    (Des)


    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id