Mentan Dukung Usulan Ekspor Beras Sumsel

    M Studio - 03 April 2021 22:49 WIB
    Mentan Dukung Usulan Ekspor Beras Sumsel
    Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo dan Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru (Foto:Dok)



    Oku Timur: Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo mendukung usulan beras asal Sumatera Selatan (Sumsel) dijadikan komoditas ekspor. 

    "Kita sedang mempersiapkan kualitasnya dan saya sedang bicarakan dengan Gubernur Sumsel. Kita dukung dan boleh ekspor karena itu kepentingan global," kata Mentan Syahrul, usai menghadiri Peresmian Jembatan Cungking, Desa Karang Kemiri, Kecamatan Belitang, Oku Timur, Sumsel, Sabtu, 3 Maret 2021.






    Mentan Syahrul mengatakan setiap negara dan daerah memiliki kebebasan untuk melakukan ekspor. Pihaknya juga menilai produksi hasil pertanian di Sumsel memiliki akselerasi yang cukup baik dibandingkan tahun sebelumnya. 

    "Kita memastikan untuk serapan ini. Masih saya bicarakan bersama Gubernur Sumsel," ucapnya. 

    Dikatakannya, kebijakan impor dan ekspor menjadi kepentingan global. Indonesia memiliki kelebihan dan Sumsel juga memiliki kelebihan. 

    "Herman Deru ini gubernur terbaik di Indonesia. Karena melakukan pemerataan pembangunan infrastruktur dan peduli terhadap sektor pertanian masyarakat," ucap Mentan memuji.

    Sementara itu, Gubernur Sumsel Herman Deru mengatakan selama ini ada beberapa komoditas asal Sumsel yang telah ekspor, seperti karet, sawit, dan kopi. 

    "Yang kita kejar ini bidang produk pangan. Kita ingin padi Sumsel juga diekspor," kata Herman Deru.

    Mentan Dukung Usulan Ekspor Beras Sumsel

    Tak hanya itu, sejumlah komoditas lain telah diekspor yakni karet, sawit, dan kopi yang dilakukan melalui Lampung. Lebih lanjut Herman Deru mengatakan tengah mendorong percepatan pembangunan Pelabuhan Tanjung Carat. 

    "Beras, kopi, sawit, dan karet ini kita ingin ekspor melalui Sumsel. Tidak melalui Lampung lagi," ucapnya. 

    Keinginan Herman Deru untuk melakukan ekspor beras juga sangat beralasan karena produksi pangan di Sumsel sangat berlimpah. 

    Berdasarkan data ketersediaan dari 15 pangan strategis di Sumsel sejauh ini tidak perlu dikhawatirkan. Ketersediaan pangan justru melimpah pada 2020 baik beras maupun telur.  

    Tercatat produksi beras sebesar 2.696.877 ton dengan kebutuhan hanya sebanyak 859.744 ton, sehingga terjadi surplus beras sebesar 1.837.133 ton.  

    Begitu juga dengan telur yang tersedia sebanyak 132.531 ton, sementara yang dibutuhkan hanya 47.788 ton. Dengan demikian terjadi surplus 98.389 ton.

    (ROS)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id