PGN Teken Perjanjian Induk Penyediaan Pasokan Gas ke Pembangkit PLN

    Suci Sedya Utami - 06 Oktober 2020 07:08 WIB
    PGN Teken Perjanjian Induk Penyediaan Pasokan Gas ke Pembangkit PLN
    Ilustrasi. Foto: dok PGN.
    Jakarta: PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) menandatangani perjanjian induk kerja sama penyediaan pasokan dan pembangunan infrastruktur liquefied natural gas (LNG) di 52 lokasi pembangkit milik PT PLN (Persero).

    Penandatanganan tersebut merupakan tindak lanjut dari penugasan yang diberikan pemerintah untuk melaksanakan gasifikasi pembangkit PLN dengan estimasi kurang lebih 1,8 gigawatt (GW) seperti yang tertuang dalam Kepmen ESDM Nomor 13 Tahun 2020. Penandatanganan dilakukan oleh Direktur Utama PGN Suko Hartono dan Direktur Energy Primer PLN Rudy Hendra Prastowo.

    Direktur Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian ESDM Rida Mulyana mengatakan gasifikasi pembangkit dilakukan dalam rangka meujudkan ketahanan energi nasional. Selain itu menciptakan penghematan dan memperbaiki neraca perdagangan yang datang dari pengurangan impor BBM.

    "Benefit bagi kedua belah pihak yaitu mewujudkan adanya gas yang lebih murah dibandingan dengan high speed diesel (HSD). Dengan adanya bahan bakar gas yang lebih murah, maka diharapkan daya saing atau daya beli dari masyarakat dan PLN dapat mendorong perekonomian nasional. Semua merupakan langkah bersama sebagai anak bangsa untuk memperbaiki kondisi mulai dari lingkungan masing-masing," kata Rida, Senin, 5 Oktober 2020.

    Suko mengatakan dalam pelaksanaan proyek ini, PGN bertanggung jawab untuk menyediakan pasokan gas, membangun dan menyediakan infrastruktur gas atau LNG meliputi jetty, fasilitas pembongkaran (unloading), fasilitas penyimpanan, regasifikasi, transportasi gas atau LNG, pipa gas sampai ke titik serah yang disepakati, termasuk metering regulating system (MRS) pada pembangkit listrik terkait.

    Selanjutnya untuk transportasi LNG dari sumber pasokan atau fasilitas penghubung (HUB) LNG akan dihubungkan ke fasilitas pembongkaran (unloading) infrastruktur LNG, menggunakan Small Scale LNG Carrier.

    "Kami akan mengupayakan pembangunan infrastruktur LNG dapat berjalan tepat waktu, dengan teknologi tepat guna dan efisiensi tinggi ditengah tantangan di masa pandemic. Peningkatan pemanfaatan TKDN juga optimalisasi peran anak perusahaan dan afiliasi, adalah salah satu pendekatan yang dilaksanakan agar proyek dapat berjalan secara efektif dan efisien," tutur Suko.

    Selain itu perjanjian ini juga untuk mengatur penyelarasan pasokan LNG dan gas dengan kontrak-kontrak penyediaan LNG dan gas milik PLN yang sudah ada atau melalui kesepakatan lebih lanjut oleh para pihak untuk optimalisasi dan efisiensi penyerapan pasokan LNG dan gas pada sisi pembangkit tenaga listrik.

    "Pada prinsipnya, pelaksanaan proyek ini dipriotaskan untuk efisiensi, efektifitas, serta keberlanjutan pemanfaatan gas dan ketersediaan tenaga listrik dan mengurangi konsumsi bahan bakar minyak, agar dapat menghasilkan biaya pokok penyediaan tenaga listrik di plant gate yang efisien," ujar Suko.

    Untuk tahap awal, PGN dan PLN sepakat melaksanakan tahap quick win di Pembangkit Listrik Tenaga Mesin Gas (PLTMG) Sorong, PLTMG Tanjung Selor, dan PLTMG Nias. Tahap quick win ditargetkan dapat menyediakan harga yang lebih rendah dari HSD di plant gate pembangkit PLN.

    "Tahap quick win dilaksanakan dan disepakati prioritas penyelesaian serta operasi komersial penyediaan pasokan dan infrastruktur LNG untuk pembangkit listrik PLN dalam bentuk koordinasi, penyelarasan kerja sama pemanfaatan fasilitas, percepatan gasifikasi, optimalisasi serta peningkatan produktivitas fasilitas yang ditargetkan dapat selesai pada 2020," ujar Suko.

    Suko berharap langkah strategis ini dapat memperkuat peran subholding gas dalam melayani kebutuhan gas bumi seluruh sektor khususnya sektor kelistrikan. Serta bisa membantu pemerintah untuk mencapai bauran energi nasional.

    (AHL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id