Di Tengah Pandemi, Konsumsi Listrik Tumbuh 0,29 Persen

    Gervin Nathaniel Purba - 02 Desember 2020 21:57 WIB
    Di Tengah Pandemi, Konsumsi Listrik Tumbuh 0,29 Persen
    Direktur Utama PLN Zulkifli Zaini (Foto:Dok.Metro TV)
    Jakarta: Di tengah kondisi pandemi covid-19, PT PLN (Persero) mencatat terjadi pertumbuhan konsumsi listrik sebesar 0,29 persen hingga Oktober 2020 secara tahunan (YoY). Pertumbuhan tersebut ditopang oleh kenaikan konsumsi listrik rumah tangga sebesar 10,26 persen. 

    Kebijakan bekerja dan sekolah dari rumah menyebabkan konsumsi listrik rumah tangga meningkat. Sementara itu, konsumsi listrik pada sektor industri dan bisnis tumbuh negatif hingga Oktober 2020.

    "Golongan tarif listrik bisnis turun 8,37 persen. Sementara, sektor industri turun 7,85 persen," ujar Direktur Utama PLN Zulkifli Zaini pada program Metro TV. 

    Dalam menjaga pertumbuhan konsumsi listrik, PLN menerapkan strategi baru. Pertama, PLN mengubah skema supply driven menjadi demand driven. Artinya, PLN kini terus berupaya mencari sumber potensi-potensi kebutuhan listrik baru. 

    Selain itu untuk membantu meningkatkan produksi dan penjulan di segmen pelanggan besar dan korporasi, PLN juga memberikan perhatian khusus, dengan membentuk PAE (Priority Account Executive) untuk memberikan pelayanan yang lebih khusus, ini adalah langkah strategis dan proaktif PLN untuk memberikan layanan tepat guna sesuai permintaan industri.

    Kedua, PLN membentuk Key Account Manager. Fungsinya untuk memberikan pelayanan yang lebih khusus bagi pelanggan besar (korporasi). Hal ini adalah langkah strategis dan proaktif PLN untuk memberikan layanan tepat guna sesuai permintaan industri dan bisnis.

    Sedangkan untuk pelaku UMKM dan IKM, PLN memberikan diskon dan tambahan daya untuk mendukung kegiatan operasional. Harapannya diskon tambah daya ini, bisa menggerakkan ekonomi pelaku UMKM/IKM.

    Program tersebut mendapat sambutan hangat dari para pelaku UMKM dan IKM. Hingga 2 Desember 2020, total 56 ribu pelanggan UMKM/IKM telah mendaftar untuk memperoleh diskon tambah daya tersebut. 

    "Kami optimistis strategi tadi, insyaAllah dapat menumbuhkan pembelian listrik. Kami sudah lihat (konsumsi) Oktober naik dibandingkan September. Dari September, sudah naik sejak Agustus," ujar Zulkifli.

    Pandemi covid-19 tidak hanya memengaruhi pertumbuhan konsumsi listrik. Rasio elektrifikasi juga ikut terdampak. Peningkatan rasio elektrifikasi tidak mengalami pertumbuhan signifikan.

    "Akibat salah satu programnya elektrifikasi yang mengalami penundaan, yaitu program bantuan pasang baru listrik 450 VA, atau listrik gratis," ujar Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif.

    Meskipun demikian, Pemerintah dan PLN terus berupaya untuk mewujudkan keadilan energi bagi seluruh masyarakat Indonesia dengan menghadirkan listrik hingga ke seluruh pelosok negeri.

    Arifin menyebutkan ada tujuh proyek yang mengalami keterlambatan akibat pandemi covid-19, yakni lima pembangkit listrik tenaga uap (PLTU), satu pembangkit listrik tenaga gas dan uap (PLTGU), dan satu pembangkit listrik tenaga air (PLTA).

    (ROS)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id