Pariwisata Mulai Menggeliat, Produk Indonesia Banjiri Dubai

    Suci Sedya Utami - 09 Juni 2021 22:34 WIB
    Pariwisata Mulai Menggeliat, Produk Indonesia Banjiri Dubai
    Ilustrasi Kota Dubai di Uni Emirat Arab (UEA) - - Foto: dok Shutterstock



    Jakarta: Produk Indonesia mulai membanjiri Dubai setelah pemerintah Uni Emirat Arab (UEA) membuka pariwisata di negara tersebut. Produk-produk perhotelan (hospitality) Indonesia mencatatkan potensi transaksi sebesar USD1,56 juta.
     
    Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional (PEN) Kementerian Perdagangan (Kemendag) Didi Sumedi mengatakan melalui Indonesia Trade Promotion Center (ITPC), Kementerian Perdagangan berkomitmen terus memfasilitasi pelaku usaha dalam negeri untuk memperkuat kinerja ekspor.

    “Keikutsertaan pada The Hotel Show 2021 menunjukkan bahwa Indonesia berupaya memanfaatkan peluang yang muncul di tengah pandemi covid-19 dengan maksimal. Selain itu, partisipasi Indonesia juga menunjukkan komitmen untuk terus menyasar negara-negara tujuan ekspor nontradisional guna meningkatkan kinerja perdagangan nasional,” kata Didi dalam keterangan resmi, Rabu, 9 Juni 2021.

    Duta Besar Republik Indonesia untuk UEA, Husin Bagis mengatakan keikutsertaan Indonesia pada The Hotel Show 2021 merupakan peluang besar untuk menghidupkan kembali produk-produk nasional di sektor hospitality yang sempat mengalami penurunan permintaan karena pandemi covid-19.

     



    “Kami berharap produk Indonesia dapat sukses di industri perhotelan di Dubai sebagai pusat hiburan di wilayah Timur Tengah, serta kawasan Timur Tengah dan Afrika,” ujar Husin.

    Kepala Indonesian Trade Promotion Center (ITPC) Dubai Muhammad Khomeini menjelaskan potensi transaksi di The Hotel Show 2021 menunjukkan produk-produk hospitality Indonesia diminati wisatawan Timur Tengah.

    “Potensi transaksi juga didorong oleh mulai menggeliatnya industri perhotelan di Dubai usai Pemerintah UEA membuka kembali kedatangan wisatawan asing pada Juli 2020,” imbuh Khomeini.

    Khomeini mengatakan pada November 2020, tingkat hunian hotel di Dubai mendapatkan peringkat kedua tertinggi di dunia, melampaui London dan Paris. Sebelumnya, berdasarkan data Pemerintah UEA, tingkat hunian hotel di Dubai pada Juni 2020 tercatat sebesar 26,3 persen atau turun 60,8 persen dibandingkan Juni 2019.

    Pada pameran tersebut, Indonesia menghadirkan sembilan pelaku usaha di sektor perhotelan, termasuk jasa perhotelan yaitu penyedia tenaga kerja perhotelan dan jasa penyedia manajemen sistem perhotelan. Keikutsertaan para peserta pameran tersebut difasilitasi Kementerian Perdagangan melalui Indonesian Trade Promotion Center (ITPC) Dubai.

    Kesembilan pelaku usaha tersebut yaitu PT Merpati Mahardika (minyak esensial dan fasilitas hotel), PT Bahtera Jaya Persada (handuk dan linen hotel), PT Versaguna International (perlengkapan mandi, fasilitas, aksesori, dan desain interior hotel), Kopi Ketjil Indonesia (biji kopi dan kopi specialty), CV Jawa Classic Aesthetic Furniture and Craft (kerajinan tangan), PT Haeng
    Nam Sejahtera Indonesia (keramik dan peralatan meja hotel), PT Jenggala Keramik Bali (keramik dan peralatan meja hotel), PT Pyxis Ultimate Solution (manajemen sistem perhotelan), dan PT Sukamulia Mandiri Agung (penyedia tenaga kerja perhotelan).

    “Kehadiran perusahaan yang bergerak di bidang jasa ini menjadi pembeda paviliun Indonesia dengan paviliun negara lain. Hal ini rupanya juga membuat paviliun Indonesia semakin ramai didatangi pengunjung,” jelas Khomeini.

    Pada pameran The Hotel Show 2021, ITPC Dubai juga memfasilitasi penjajakan kesepakatan dagang (business matching) antara PT Pyxis Ultimate Solution dengan Royal Diamond Group Abu Dhabi. Royal Diamond Group merupakan salah satu grup korporasi di Abu Dhabi yang memiliki beberapa usaha hotel dan properti di PEA. Perusahaan tersebut mengungkapkan ketertarikannya untuk bekerja sama dengan PT Pyxis Ultimate Solution dalam pengembangan teknologi informasi perhotelan.


    Adapun total perdagangan Indonesia-UEA pada periode Januari-April 2021 mencapai USD1,73 miliar. Pada periode tersebut, ekspor Indonesia ke UEA tercatat sebesar USD550,76 juta.

    Sementara total ekspor Indonesia ke UEA pada 2020 sebesar USD1,34 miliar. Komoditas ekspor utama Indonesia ke UEA di antaranya perhiasan, kendaraan, kelapa sawit, kertas karton, dan kain tenun sintetis.


    (Des)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id