Mentan Dukung Pembentukan Korporasi Industri Unggas Rakyat

    Antara - 03 Juni 2021 21:30 WIB
    Mentan Dukung Pembentukan Korporasi Industri Unggas Rakyat
    Ilustrasi. Foto: Antara/Irwansyah Putra



    Jakarta: Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo mendukung korporasi industri unggas rakyat dibentuk dengan perencanaan bisnis yang matang dan berdasarkan metodologi yang kuat agar dapat berjalan secara optimal.

    "Dalam industri, tentunya harus dipikirkan hulu hingga hilirnya. Ada pengolahan awal dan akhir, harus juga dipikirkan pasarnya. Salah satu bentuk korporasi dalam industri unggas adalah memproduksi jagung sendiri. Jadi para peternak tidak lagi perlu tergantung dengan pasokan dari luar," kata Syahrul dilansir Antara, Kamis, 3 Juni 2021.

     



    Syahrul mengatakan pemerintah akan terus mendukung pengembangan korporasi untuk meningkatkan kinerja industri perunggasan rakyat. Kementerian Pertanian (Kementan) melalui Direktorat Jenderal Tanaman Pangan akan memberikan bantuan sarana produksi (saprodi) budi daya jagung kepada Perhimpunan Insan Perunggasan Rakyat Indonesia (Pinsar).

    Syahrul dalam acara Silaturahmi Peternak dan Kampanye Konsumsi Ayam dan Telur 2021 di IPB Internasional Convention Center Bogor, kembali menegaskan keberpihakannya kepada peternak rakyat sesuai dengan arahan Presiden Joko Widodo, yakni pemerintah akan mengawal kepentingan petani dan peternak.

    "Saya minta Pinsar jangan jauh-jauh. Terus dekat dengan kami. Kita perbaiki dan rumuskan bersama pengelolaan industri unggas ini," ujarnya.

    Ketua Umum Pinsar Singgih Januratmoko menyambut positif dukungan pemerintah. Saat ini, kata dia, industri unggas rakyat memiliki kontribusi nyata bagi sektor perekonomian dengan menyerap tenaga kerja sekitar 2 juta orang. "Semakin banyak pula generasi milenial yang terjun ke industri ini," jelas Singgih.

    Mewakili para peternak unggas, Singgih mengharapkan adanya kebijakan dari pemerintah untuk menstabilkan harga bibit ayam (day old chicken/DOC). Kementerian Perdagangan diharapkan dapat menetapkan harga batas atas untuk DOC.

    Selain itu, Singgih juga mengharapkan pemerintah bisa turut menetapkan aturan untuk menjaga harga jagung agar stabil. Meski kemarin sempat tinggi, saat ini harga jagung sudah turun ke kisaran Rp5.000 per kg.

    Pada kesempatan terpisah, Direktur Jenderal Tanaman Pangan Suwandi menyebutkan bahwa Kementan memahami betul pentingnya penyediaan pakan berkualitas dalam meningkatkan kualitas dan kuantitas produksi bibit ayam.

    "Pemberian bantuan saprodi kepada Pinsar diharapkan dapat turut mendukung program pemerintah dalam penyediaan pangan berbasis protein hewani," sebut Suwandi.

    Menurutnya penyediaan pakan yang berkelanjutan merupakan salah satu aspek penting untuk mendukung stabilisasi supply dan demand. Dalam produksi pakan unggas, sekitar 40-50 persen dari formulasi adalah jagung. Berdasarkan laporan, jumlah jagung yang diserap industri pakan pada 2020 sebesar 6,71 juta ton, dan diperkirakan pada 2021 sebesar 7,84 juta ton.

    “Jika ditambah dengan penggunaan jagung untuk peternak mandiri dan peternakan lainnya, total jagung yang dibutuhkan oleh sub sektor peternakan 2021 sebesar 11,56 juta ton,” kata Suwandi.

    (DEV)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id