Industri Kesehatan Prioritas Investasi saat Pandemi Covid-19

    Antara - 04 Desember 2021 12:30 WIB
    Industri Kesehatan Prioritas Investasi saat Pandemi Covid-19
    Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan . Foto : Medcom.



    Jakarta: Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan menyebut industri kesehatan menjadi salah satu sektor prioritas investasi menyusul kondisi pandemi yang melanda dunia.

    "Belajar dari pengalaman penanganan pandemi covid-19, Indonesia perlu mengurangi ketergantungan pada impor sehingga industri kesehatan adalah salah satu area prioritas untuk Investasi," katanya, dikutip dari Antara, Sabtu, 4 Desember 2021.

     



    Dalam acara itu, disebutkan tren kesehatan global akan memacu pertumbuhan industri perawatan kesehatan. Pasalnya, ada perubahan permintaan konsumen, pertumbuhan kelas menengah, penemuan terapi baru, konsentrasi penyakit dan peningkatan pandemi, fokus pada pengendalian biaya, inovasi digitalz dan telemedis.

    "Industri kesehatan di Indonesia memiliki potensi besar yakni naiknya pendapatan rumah tangga kelas menengah, dan kampanye perawatan kesehatan universal," katanya.

    Pemerintah membuka peluang untuk investasi di bidang kesehatan lantaran tidak ingin terus tergantung dari produk impor.

    Menurut Luhut, dengan dukungan untuk pengembangan industri kesehatan, dia yakin bahwa ragam ekspor akan meningkat dan mengurangi ketergantungan pada ekspor bahan mentah.

    Koordinator PPKM Jaw-Bali itu memaparkan bahwa defisit perdagangan alat kesehatan Indonesia terus meningkat dengan defisit perdagangan yang naik hampir empat kali lipat dari USD161 juta pada 2013 menjadi USD531 juta pada 2020.

    Meningkatnya defisit perdagangan disebabkan impor alat kesehatan yang terus meningkat sejak 2015. Selama dua tahun terakhir impor tumbuh dua digit lebih dari 10 persen dan mencapai USD703 juta pada 2020.

    Sementara itu, pertumbuhan ekspor terbatas, hanya sekitar 3-5 persen dalam tiga tahun terakhir dan hanya mencapai USD171 juta pada 2020.

    "Indonesia mengandalkan produk impor sebagian besar untuk alat kesehatan kompleks, sedangkan produk ekspor sangat terbatas. Kita punya segalanya di negara ini. Tapi, hampir seluruh impor alat kesehatan Indonesia terus meningkat, dengan urutan dari tertinggi adalah Electrodiagnosis Devices (USD87 juta), Ultrasonic Scanning Devices (USD70 juta), dan needles, catheters, cannula and more (USD43 juta)," jelasnya.


    Komitmen Rp110 miliar


    Dalam acara tersebut juga dilaksanakan penandatanganan tiga Letter of Intent (LoI) antara Deputi Koordinasi Bidang Investasi dan Pertambangan Kemenko Marves Septian Hario Seto dengan tiga perusahaan alat kesehatan senilai sekitar Rp110 miliar.

    Komitmen diberikan oleh PT Tawada Healthcare mengenai kerja sama di bidang pengadaan dan pemanfaatan lahan untuk sarana produksi alat kesehatan dalam negeri; PT Siemens Healthineers tentang kerja sama di bidang pendidikan dan alih teknologi alat kesehatan; serta PT Binabakti Niagaperkasa tentang kerja sama di bidang alih teknologi alat kesehatan.

    Penandatanganan LoI itu merupakan tindak lanjut dari kegiatan klarifikasi dan konfirmasi investasi alat kesehatan di Indonesia pada 22-23 November 2021 dalam rangka mewujudkan kemandirian alat kesehatan di Indonesia.

    Ketiga perusahaan tersebut merupakan perusahaan yang telah nyata menjalankan produksi alat kesehatan di Indonesia.

    Selain perusahaan-perusahaan tersebut, diharapkan masih ada sekitar 30-an perusahaan lagi yang segera menyusul untuk berinvestasi dan melaksanakan produksi alat kesehatannya di Indonesia.


    (SAW)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id