Pemerintah Jamin Kredit Modal Kerja UMKM

    Suci Sedya Utami, Eko Nordiansyah - 07 Juli 2020 15:41 WIB
    Pemerintah Jamin Kredit Modal Kerja UMKM
    Peluncuran program penjaminan kredit modal kerja bagi UMKM - - Foto: Istimewa
    Jakarta: Pemerintah secara resmi meluncurkan program penjaminan kredit modal kerja bagi Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM). Peluncuran program ini diharapkan bisa mendorong kegiatan usaha dalam rangka pemulihan ekonomi nasional.
     
    Menteri Koordinator bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan pemerintah telah memproyeksikan lompatan pertumbuhan ekonomi dari negatif di kuartal kedua menjadi positif di kuartal ketiga.
     
    Salah satu upaya tersebut dengan mengakselerasi belanja termasuk menyasar UMKM agar pertumbuhan ekonomi bisa positif lima persen.
     
    "Pemulihan ekonomi nasional diharapkan bisa menjadi faktor pengungkit perekonomian di kuartal ketiga dan keempat," kata Airlangga dalam peluncuran tersebut, Jakarta, Selasa, 7 Juli 2020.
     
    Menko Maritim dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan menambahkan kredit modal kerja diberikan sebesar Rp100 triliun. Kredit ini nantinya akan disalurkan oleh perbankan yang tergabung dalam Himbara yakni BNI, BRI, Mandiri, dan BTN. Kemudian BJB, BCA, dan Maybank.

    Himbara melakukan penandatanganan perjanjian dengan PT Askrindo (Persero) dan PT Jamkrindo (Persero).
     
    Kredit ini akan diberikan selama 18 bulan atau hingga 2021. Adapun target penyaluran tahun ini sebesar Rp65 triliun hingga Rp80 triliun.

    "Penjaminan modal kerja UMKM, pemerintah akan mengkover penjaminan itu 80 persen pinjaman modal kerja dengan UMKM," kata Luhut.

    Sementara itu, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan pemerintah memberikan jaminan sebesar Rp5 triliun. Artinya UMKM yang memiliki pinjaman, kredit macetnya akan dijamin oleh pemerintah melalui Askrindo dan Jamkrindo.

    Ani sapaannya menjelaskan kedua perusahaan pelat merah tersebut telah diberikan penyertaan modal negara (PMN) sebesar Rp6 triliun untuk mengkover risiko kredit macet tersebut.
     
    "Artinya UMKM bisa bangkit kembali diberikan restrukturisasi untuk pinjaman enggak bayar enam bulan dari sisi pokok, bunga disubsidi semakin kecil, pinjaman subsidi semakin penuh," jelas Ani.

    Peluncuran tersebut juga dihadiri oleh Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir, Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki, Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Wimboh Santoso dan Wakil Menteri BUMN II Kartika Wirjoatmodjo.

    (Des)


    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id