Dukung Proyek Food Estate, Kementan Kawal Penguatan Kerja Sama

    M Studio - 24 September 2020 16:37 WIB
    Dukung Proyek <i>Food Estate</i>, Kementan Kawal Penguatan Kerja Sama
    Mentan Syahrul Yasin Limpo menghadiri peringatan Hari Tani Nasional di halaman Pusat Informasi Agribisnis (PIA) kantor pusat Kementan, Jakarta, Kamis, 24 September 2020 (Foto:Dok)
    Jakarta: Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyampaikan perlunya penguatan pangan nasional secara menyeluruh di tiap-tiap daerah. Langkah ini harus dilakukan untuk mengantisipasi kemungkinan krisis pangan seperti yang disampaikan Badan Pangan Dunia (FAO).

    Menurut Presiden, antisipasi tersebut bisa dilakukan melalui proyek food estate yang menggabungkan koperasi petani dengan koperasi pertanian.

    Terkait hal ini, Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo mengaku siap melakukan pengawalan secara ketat dengan menguatkan kerja sama antar lembaga dan kementerian terkait.

    "Kerja sama di lapangan sangat ketat, tidak ada yang berjalan sendiri. Semua saling topang satu dengan lainnya," ujar Mentan Syahrul, Rabu, 23 September 2020.

    Di lapangan, kata Mentan, Kementerian Pertanian akan menguatkan aneka ragam tanaman pangan seperti subsektor hortikukultura, perkebunan, dan peternakan.

    "Komoditas kita kan bukan hanya padi saja, tetapi ada hortikultura, perkebunan, dan peternakan. InsyaAllah penggarapan lahan 30 ribu hektar akan dilakukan bulan depan dan dilanjutkan dengan penanaman," katanya.

    Secara teknis, pekan pertama Oktober akan dilakukan penggarapan lahan dengan menggunakan alat mesin pertanian traktor, drone, dan deretan mesin-mesin lain. Rencananya, penggarapan ini dipimpin langsung oleh Presiden Joko Widodo.

    "Presiden berharap mekanisasi dan teknologi pertanian bisa dilakukan di sana. Kita juga sudah menyiapkan sistem penaburan benih dan pupuk menggunakan drone. Kita juga memberdayakan petani. InsyaAllah, setelah kick off penanaman, bisa cepat rampung di 30 ribu hektare," katanya.

    Melalui kerja sama ini, Mentan Syahrul berharap Indonesia memiliki lumbung pangan baru yang bisa menopang kebutuhan cadangan pangan nasional, serta menghasilkan produksi pertanian berkualitas.

    "Kita berharap muara akhirnya ada pada industri. Kita tidak akan menjual gabah saja, tetapi juga menjual beras berkualitas yang dapat masuk ke market place. Kalau ini ditata dengan baik, maka bisa menjadi produksi yang berkualitas ekspor sehingga kita punya cadangan cukup dan dapat meningkatkan pendapatan nasional," katanya.

    (ROS)


    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id