BPS: Impor Agustus Naik 2,65% ke USD10,74 Miliar

    Husen Miftahudin - 15 September 2020 14:13 WIB
    BPS: Impor Agustus Naik 2,65% ke USD10,74 Miliar
    Ilustrasi - - Foto: MI
    Jakarta: Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat impor Indonesia pada Agustus 2020 mencapai USD10,74 miliar. Angka ini naik sebesar 2,65 persen bila dibandingkan Juli 2020 dan merosot tajam hingga 24,19 persen ketimbang impor pada Agustus 2019.

    Kepala BPS Suhariyanto mengatakan secara bulan ke bulan atau month to month (mtm), kenaikan impor pada Agustus 2020 terjadi karena disokong oleh impor nonmigas yang naik 3,01 persen menjadi USD9,79 miliar. Sementara impor migasnya mengalami penurunan 0,88 persen menjadi USD0,95 miliar.

    "Sementara secara yoy, penurunan impor ini terjadi baik untuk impor migas (minus 41,75 persen menjadi USD0,95 miliar) maupun untuk impor nonmigas yang turun 21,91 persen (menjadi USD9,79 miliar)," ujar Suhariyanto dalam video telekonferensi pers di Jakarta, Selasa, 15 September 2020.

    Berdasarkan penggunaan barang, impor pada Agustus 2020 mayoritas mengalami kenaikan secara bulanan (mtm), sementara secara tahunan (yoy) mengalami penurunan seluruhnya. Impor barang konsumsi yang tercatat sebesar USD1,19 miliar misalnya, mengalami kenaikan sebesar 7,31 persen (mtm) dan minus 12,49 persen (yoy).

    Beberapa barang konsumsi yang naik cukup besar pada Agustus 2020 ini di antaranya adalah anggur dari Tiongkok, milk atau cream in powder yang diimpor dari Selandia Baru, serta impor raw sugar in solid form dari India. "Itu beberapa komoditas yang menyebabkan impor konsumsi pada Agustus ini naik 7,31 persen meskipun kalau kita bandingkan yoy impor barang konsumsinya masih turun 12,49 persen," paparnya.


    Sementara impor bahan baku dengan nilai sebesar USD7,75 miliar naik 5,0 persen (mtm) dan turun 24,93 persen (yoy). Beberapa impor bahan baku yang mengalami kenaikan besar pada Agustus 2020 ini di antaranya emas dari Hong Kong, non bifetit soyatin flour dari Brasil, besi baja dari Ukraina, serta transmission portable receiver untuk komunikasi dari Tiongkok.

    Untuk barang modal dengan nilai impor sebesar USD1,79 miliar mengalami penurunan sebanyak 8,81 persen (mtm) dan anjlok 27,55 persen (yoy). Terdapat beberapa beberapa barang modal yang mengalami penurunan, di antaranya berupa vessel for transport modernize of gross dari Vietnam dan beberapa mesin yang lainnya.

    Adapun komposisi impor RI selama Agustus 2020 didominasi oleh peran bahan baku/penolong dengan struktur impor mencapai 72,19 persen. Sementara barang modal sebanyak 16,70 persen dan barang konsumsi sebesar 11,11 persen.

    Kenaikan terbesar impor nonmigas pada golongan barang HS dua digit terjadi di besi dan baja (HS 72) sebesar USD89,2 juta. Selanjutnya logam mulia dan perhiasan/permata (HS 71) yang naik USD66,4 juta, ampas atau sisa industri makanan (HS 23) USD59,4 juta, serealia (HS 10) USD47,8 juta, serta plastik dan barang dari plastik (HS 39) USD40,5 juta.

    Sebaliknya impor beberapa HS dua digit yang mengalami penurunan adalah kapal, perahu, dan struktur terapung (HS 89) anjlok USD60,8 juta. Disusul berikutnya oleh gula dan kembang gula (HS 17) ambles USD52,0 juta, barang dari besi dan baja (HS 73) turun USD43,5 juta, mesin dan peralatan mekanis (HS 84) minus USD28,8 juta, dan sayuran (HS 07) turun USD21,8 juta.

    Berdasarkan negara, impor dari Tiongkok pada Agustus 2020 ini mengalami peningkatan terbesar sebanyak USD138,7 juta. Kenaikan ini terjadi lantaran tingginya impor laptop, buah-buahan seperti anggur, serta transmission portable receiver untuk komunikasi.

    Diikuti oleh Hong Kong yang naik USD69,6 juta, disokong oleh kenaikan komoditas emas. Selanjutnya Ukraina yang impornya naik USD66,6 juta, Kanada USD58,2 juta, dan impor dari Prancis yang meningkat hingga USD43,0 juta.

    "Sementara impor yang mengalami penurunan pada Agustus 2020 ini berasal dari negara Korea Selatan minus USD131,8 juta, Jepang USDUSD99,4 juta, Singapura USD91,5 juta, Australia USD17,3 juta, dan Polandia USD16,6 juta," paparnya.

    Secara kumulatif Januari-Agustus 2020, total impor Indonesia mencapai USD92,11 miliar. Jumlah ini mengalami penurunan 18,06 persen dibanding periode sama tahun lalu yang mencapai USD112,41 miliar.  


    (Des)


    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id