comscore

6 Langkah SKK Migas Kawal Industri Rendah Karbon

Desi Angriani - 01 Desember 2021 16:00 WIB
6 Langkah SKK Migas Kawal Industri Rendah Karbon
Kepala SKK Migas Dwi Soetjipto. Foto: Medcom.id/Annisa Ayu.
Jakarta: Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) tengah menyusun roadmap pembangunan industri rendah karbon atau low carbon inisiatif. Peta jalan ini akan membantu pemerintah dalam mencapai target penurunan emisi karbon meskipun produksi migas terus ditingkatkan.

"Saat ini kami sedang melakukan kajian melalui benchmarking potensi kegiatan dan strategi yang akan dilakukan. Hasil benchmarking akan digunakan untuk menyusun roadmap, sehingga dapat diketahui prioritas utama strategi untuk penurunan emisi karbon dalam rangka peningkatan produksi migas," kata Kepala SKK Migas Dwi Soetjipto dikutip dari laman resmi SKK Migas, Rabu, 1 Desember 2021.
Meski roadmap tersebut akan rampung dalam beberapa bulan ke depan, SKK Migas sudah menyiapkan enam strategi dalam mengawal industri era rendah karbon.

Berikut 6 strategi SKK Migas:

  1. Penerapan kebijakan dan regulasi yang dapat mendukung penerapan rendah karbon.
  2. Pengelolaan energi.
  3. Zero routine flaring.
  4. Mengurangi emisi kebocoran.
  5. Penghijauan.
  6. CCS/CCUS.
"Sejak 2021, kami sudah memasukkan program penghijauan ke dalam KPI SKK Migas, untuk memastikan realisasi proyek di lapangan. Saya harapkan teman-teman jurnalistik juga dapat meninjau pelaksanaan program penghijauan di KKKS,” tambahnya.

Program EGR-CCUS pertama di Indonesia

Sejalan dengan komitmen industri hulu migas untuk mendukung pembangunan rendah karbon, SKK Migas dan BP Indonesia mengembangkan proyek Vorwata Enhanced Gas Recovery-Carbon Capture, Utilization and Storage (Vorwata EGR-CCUS) di Papua.

Melalui proyek ini, gas CO2 yang diproduksi akan diinjeksikan kembali ke dalam reservoir Vorwata untuk membantu meningkatkan produksi gas. Vorwata EGR-CCUS akan menjadi proyek EGR-CCUS pertama di Indonesia.

Proyek ini diharapkan akan mulai beroperasi di 2026 atau 2027. Dengan proyek ini, direncanakan sebanyak empat juta ton gas CO2 per tahun dapat diinjeksikan kembali ke dalam reservoir setiap tahun.

Secara total, jumlah CO2 yang diinjeksikan akan mencapai 25 juta ton pada 2035 dan 33 juta ton pada 2045. Dari sisi produksi gas, proyek ini berpotensi meningkatkan produksi gas sebesar 300 milyar kaki kubik (BCF) pada 2035 atau mencapai 520 BCF pada 2045.

(AHL)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id